All posts by ardee

Calon Independen Pilkada Bandung

Dapet dari blognya Enda. Calon independen untuk pemilihan walikota euy…

Calon wakilnya dosen elektro ITB, blogger pula, sejak bulan lalu udah nangkring di blogroll saya.

Silahkan datang ke So… postingan ini sebagai sebuah dukungan… semoga dengan adanya calon independen, Pilkada semakin demokratis dan nggak cuma jadi ajang rebutan eksistensi dan umbar janji parpol-parpol aja.

Kunjungi websitenya

Profil Calon

Kami, masyarakat independen Kota Bandung yang terdiri atas kaum pekerja/buruh, kaum muda/mahasiswa, akademisi, profesional, pedagang, dan elemen-elemen masyarakat lainnya mencalonkan:

Paduan Syinar Budhi Arta (calon walikota Bandung) dari kalangan buruh (pekerja) dan Arry Akhmad Arman (calon wakil walikota Bandung) dari akademisi (intelektual) diharapkan menjadi sinergi yang dapat memberikan solusi nyata bagi kota kita yang tercinta ini. Dengan tidak mendahului Tuhan YME, kami yakin mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya, punya kemampuan dan siap menjadi pelayan masyarakat.

Dengan ajakan ”Hayu Babarengan Bebenah Bandung”, paduan dua putra Bandung asli ini siap bekerja bersama-sama masyarakat untuk menjadikan Bandung yang lebih baik. Insya Allah mereka adalah orang-orang yang amanah!


  1. Download Formulir Dukungan (pdf)
  2. Tuliskan seluruh keluarga, rekan kantor, tetangga, yang sudah berhak memilih dan memiliki KTP Bandung dalam form tersebut.
  3. Satu form hanya boleh diisi daftar pendukung dari SATU KELURAHAN YANG SAMA. Jika anda punya pendukung lain yang berbeda kelurahan, gunakan form yang berbeda.
  4. Jangan lupa sertakan fotocopy KTP KOTA BANDUNG yang masih berlaku untuk setiap pendukung.
  5. Materai boleh diisi ataupun tidak, kami sangat berterima kasih jika anda juga berkenan menyumbang materainya.

Formulir dukungan yang sudah terisi dapat disampaikan kepada:

  1. Sekretariat Utama, Jl. Serayu 8 Bandung (sekitar Jl. Bengawan)
  2. Ibu Teti/Pak Iwan, Salman Business Center, lantai 3 (belakang mesjid Salman ITB), Jl. Gelap Nyawang

ATAU

Anda boleh datang langsung ke salah satu sekretariat di atas tanpa membawa formulir dukungan. Cukup membawa KTP, kami fotocopykan di sekretariat, dan anda tinggal mengisi formulir disana.

Ada Angkringan di Balubur

Serius, sampe kemarin aku kenal ‘angkringan’ cuma sebatas istilah. Sepanjang yang aku tahu, ngangkring itu adalah gaya jualan nasi yang khas dari daerah jogja/solo. Sego kucing, sate telur puyuh, teh jahe, dan gorengan jadi menu khas yang diusung pedagang bergerobak ini. Itupun karena Kamil sering cerita pengalamannya jalan-jalan ke daerah jawa bagian selatan. Ndenger ceritanya yang berapi-api itu sebenernya bikin aku penasaran. Sayang sekali, terakhir kali kita backpacking kliling jateng kita nggak sempet mampir di solo/jogja di waktu yang tepat. Kudengar pedagang angkringan biasa mangkal dari sore hingga dini hari. Karena nggak berhasil ngejajal makan di tenda angkringan itu, aku bertekad (Halah…) bahwa aku harus jalan-jalan lagi ke jogja, mmm… mungkin sebelum lulus.

Kamil pun juga sempet ku todong, secara dia bertanggungjawab mengenalkan angkringan itu padaku. Karena sebenarnya aku juga sekadar ketularan hobi jalan-jalan dari dia, akhirnya kita janjian untuk jalan-jalan ke jogja pertengahan tahun ini (tapi entah kapan…). Setidaknya sekali lah… sebelum punya ‘buntut’ (keluarga, red.). Tapi ternyata aku nggak perlu nunggu saat itu, kemarin aku nemu pedagang angkringan di sekitar pasar Balubur, jalan Tamansari, Bandung.

Semalam nggak sengaja liat beberapa angkatan muda (Elri 05 dkk. ~jleb… semakin ngerasa uzur dikampus~) lagi makan di tenda gerobak. Baru sekali itu aku liat tenda gerobak ini. Awalnya aku kira tukang jamu, tapi masak si Elri nongkrong di tukang jamu? Penasaran, aku datangi mereka. Dan gerobak itu penuh dengan gorengan, bungkusan-bungkusan nasi dengan porsi tidak manusiawi (ya iyalah… namanya juga sego kucing… ~nasi dengan porsi bangsa kucing~), sate telur, sate ati dan teko-teko alumunium besar. Firasatku (Halah…) ini tukang nasi angkringan. Selama beberapa belas puluh detik aku terbengong-bengong masih gak yakin. Aksi bengong itu ternyata memancing mereka ikut bengong ngeliatin aku.

“Kenapa mas?” seorang anak sipil 06 tiba-tiba bertanya padaku yang melotot (bisa ya aku melotot) nggak yakin.

“Iii…ini angkringan ya?” tanyaku sambil nunjuk-nunjuk kemeja. Alah… pertanyaan konyol, aku agak keki juga. ::bego

“Iya mas…, emang kenapa gitu?” sahut temennya Elri.

“Ah enggak…” jawabku sok cool sambil langsung duduk di tempat yang kosong.

Sebenernya aku belum berencana makan disitu, tapi ya… sudah lah, sudah keburu duduk. Akhirnya aku nyomot dua bungkus nasi sambel (yang ternyata berisi secuwil bandeng), perkedel jagung, dan sate ati. Trus aku pesen juga segelas gede teh jahe karena penasaran dengan aromanya. Ternyata porsi segitu belum ngepas, dan akupun nambah sebungkus nasi oseng dan bakwan sebagai pamungkas. Memang sih, walaupun nuansa jogjanya kerasa banget, harganya nggak ikutan kena imbas. Total, aku habis Rp. 8000 dengan rincian sebungkus nasi 1500, gorengan 500, sate ati 1500 dan teh jahe 1000. Yah… setidaknya rasa penasaranku ngerasain angkringan sudah lumayan berkurang, walopun aku masih tetep pengen ngerasain wisata kuliner murah khas jogja.

::sip

Kenapa kita harus [tetep] pake sofware bajakan (2)

Sedikit tanggapan dari tulisan Mas Suprie dan Mas Andrie:

“Kurang setuju !!!. Sumberdaya IPTEK saya rasa bebas saja di komersialisasikan, banyak koq produk open source yang komersial, sebagai gantinya mereka memberikan support dan garansi, klo gak komersial, bagaimana Kuli – kuli IT kaya saya mencari duit”

Sepakat… sampai batas2 tertentu. Tentu saja orang berhak untuk mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup dari hasil kerja kerasnya… tapi Korporasi macam Microsoft beda cerita. Mereka menempatkan kita sebagai user dan diposisikan senantiasa sebagai pihak yang tergantung pada mereka.
Seperti juga orang nulis buku, saya sepakat dengan konsep royalti sampai dibatas bahwa royalti tersebut bisa membuat si penulis dan keluarga bisa tetep hidup (earn for living) sehingga si penulis bisa fokus menghasilkan karya2 baru untuk masyarakat. Tapi jika kemudian ada pengerukan keuntungan berlebihan (sekali lagi ‘berlebihan’) yang membuat hanya segelintir masyarakat yang bisa mengakses ilmu pengetahuan, dan kreasi iptek tersebut jadi barang mewah, menurut saya itu sudah melanggar hak dasar manusia. Konsep opensource dan GPL berusaha untuk mereduksi eksklusivitas ilmu pengetahuan itu, dan saya SETUJU. Bagi saya, yang saya tolak itu korporasinya!

“Iya, karena itu gunakan lah Free / Open Source Software !!! karena dengan software opensource, negara kita dapat bersaing dalam bidang IT, tidak ada ide yang di kunci, semua terbuka dan bisa di pelajari. Bisa saja kita mendirikan perusahaan IT yang support ke produk Open Source, seperti hal nya Linux. Memakai bajakan bukan nya jalan menuju negara yang dapat mandiri. Jika kita ingin negara yang mandiri, melepaskan diri dari Vendor Lock , makanya mulai mengembangkan software Free / Open Source Software adalah salah satu jalannya, dan jika kita masih memakai produk mereka, walaupun bajakan, kita masih bergantung pada mereka.”

Ya… sepakat. Tapi, sejujurnya kita harus mengakui untuk beberapa kebutuhan, ada yang belum dapat tergantikan/tersubtitusi oleh software2 tersebut. Saya ambil contoh penerbitan buku, saya belum menemukan padanan untuk software semacam pagemaker atau InDesign. Padahal sumber literatur/informasi lokal merupakan kebutuhan utama agar taraf pendidikan negeri ini maju. Parahnya lagi , masih banyak masyarakat kita yang belum melek internet sehingga literatur hardcopy masih tidak tergantikan. Kalau kita ‘taat’ lisensi komersil, hanya segelintir penerbit yang bisa menerbitkan buku di indonesia ini. Akibatnya yang terjadi adalah monopoli didunia penerbitan dimana segelintir penerbit tadi dapat sesuka mereka menentukan harga buku di pasaran.

“Saya rasa itu hanya lah pembenaran dari pembajakan. Kita sama – sama tahu, klo kita pake barang haram, apa pun bentuk nya tetap haram, dan pembajakan adalah pencurian. Itu sama saja jika ada orang yang mencuri dari rumah kita, lalu pencurinya bilang, “ah orang itu cukup kaya koq, mereka masih bisa membeli barang yang lain”, tapi tetap saja judul nya pencuri. Karena kita merujuk pada perbuatan bukan alasan. Ingat!!, walaupun dalam bentuk apapun dan alasan apa pun, di agama apa pun, mencuri adalah dosa hukumnya.”

Saya menganalogikan membajak (khusus software komersil, BUKAN kekayaan intelektual semacam multimedia) bukan sebagai mencuri… tetapi merebut kembali ‘kemerdekaan’ kita (ngh… oke lah, saya..!! hehehe) yang terampas oleh komersialisasi software tersebut oleh korporat Microsoft Cs itu. Mungkin cuma paranoia saya saja jika kondisi ini saya anggap sebagai konspirasi Negara-negara maju (Neo Liberal) untuk tetap menjadikan negara ketiga senantiasa ada di bawah ketiak mereka…
Ok, bagi rekan-rekan yang cukup melek koding dan akrab dengan bahasa pemrograman masalah tersebut ‘not a big deal’, tapi bagi orang awam semacam saya dan ~entah berapa puluh juta~ masyarakat Indonesia yang lain, It’s a big deal. Kalo produk [software] bajakan itu nggak bisa kita akses, mau kapan kita beranjak dari zaman batu?

“Ada baiknya jika kita menuduh seseorang atau sesuatu kita harus bisa juga memberikan fakta, bukan dugaaan atau asumsi. Maka saya tidak mau ikut – ikutan poin yang terakhir karena saya juga belum punya bukti yang mendukung ataupun yang menyangkal. Saya usahakan selalu memakai produk Free Open Source Software , karena itu adalah pilihan saya, jika saya ingin menggunakan produk – produk proprietary saya usahakan yang legal.”

Ok, nyerah… saya juga nggak yakin dengan logika saya itu kok. So, saya salah dan menunda statement saya itu sampai ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Terimakasih atas responsnya…
Senang berdialektika dengan anda…

::Sok ::gigi ::gigi ::cewek ::cewek ::Sok

Ardian Perdana Putra

Hancurlah PKB… PDIP & GOLKAR kapan nyusul…

Sekedar postingan iseng melihat ketidak dewasaan politisi negeri ini… Gimana mau mengayomi rakyat jika sekedar untuk akur dalam organisasi yang lebih kecil aja nggak bisa… pengen eksis sendiri, di berhentikan ngambek. Yang memberhentikan juga nggak kalah childish juga… pake acara tuding-tudingan dan klaim-klaiman masalah sah nggak sah kepengurusan. Gimana kami bisa berharap pada calon pemimpin seperti itu? Herannya kok masih ada saja yang percaya dengan celoteh elit politik semacam itu? Segitu bodohkah rakyat indonesia?

Itu baru masalah intern partai. Bagaimana dengan mereka-mereka yang berduyun-duyun berangkat dari Rumah Rakyat  menuju ke bui atas kasus suap dan gratifikasi? Masihkah pemilih-pemilih kita akan terjerumus ke lubang kesengsaraaan lagi pada 2009? Saya pikir kemudian, tidak salah jika saya berharap hal yang terjadi pada PKB juga terjadi pada golkar dan PDI-P.

Lirik-lirik…

Postingan saya sebelumnya hanya berisi lirik “mimpi” dari Anggun C. Sasmi, kebetulan aja denger lagu itu diputer di comlabs, dan kebetulan juga baru saat itu bisa mengapresiasi lirik lagu tadi. Lagu ini easy listening dan menurut saya sebagai penulis lirik amatir, artinya dalam. Ada keunikan dan sesuatu yang spesial dari pemilihan kata-kata dalam lagu ini. Nggak tau kenapa, tapi saya suka aja dengan pemilihan kata yang kesan pertama yang saya rasain adalah…”efektif”… pesan yang mau disampaikan lirik itu nyampe pada tujuannya tanpa berbelit-belit.

Saya memilih lagu itu untuk saya taruh di blog ini dengan alasan yang sesimpel itu. Nggak kepikiran tendensi apapun yang mengaitkan lagu itu dengan peristiwa yang saya alami atau sesuatu yang saya harapkan. Pokoknya ya cuma sekedar easy listening aja dikuping, dan saya dapet impresi yang kuat dari liriknya. Naluri auditoris saya aja yang menuntun saya untuk mengapresiasi lagu tersebut dengan cara meletakkannya sebagai salah satu lirik favorit saya minggu ini.

Ngomong-ngomong soal lirik, aku jadi inget tentang usul-usilnya aku pertama kali nimbrung dalam dunia tulis-menulis. Salah satu bidang pertama yang aku tekuni adalah membuat puisi dan lirik lagu. Nggak kerasa sudah sekitar 10-11 tahun sejak pertama kali aku menulis lirik buatanku sendiri. Dulu karena masih berstatus santri di husnul khotimah, lirik yang kutulis nggak jauh dari nasyid. Tapi seiring kepindahan ke SMU negeri, perlahan tapi pasti aku mulai berkenalan dengan lirik-lirik bertema cinta [monyet]. Saat itu juga aku mulai belajar menggunakan gitar saat membuat lagu. Lirik-lirik lagu itu kebanyakan merupakan refleksi dari apa yang aku alami secara nyata, tapi ada pula yang berdasarkan karangan imajinasiku saja.

Walaupun secara garis besar kebanyakan lirik yang kutulis semasa SMU (bahkan sebenarnya hingga hari ini pun masih) bertema cinta, tapi aku coba membawanya ke arah pemaknaan cinta dari lingkup yang lebih universal. Lagu seperti pelangi, mungkin suatu saat nanti, Tersenyumlah, dan kaos oblong adalah perwujudan dari cinta yang tidak dimaknai secara sempit sebagai hubungan mabuk kepayang dua insan berlawan jenis. Memang beberapa laguku ada juga secara khusus bicara tentang area tadi, seperti Menunggu, Fantastik, Save my Soul (bukan yang punyanya Padi), Superhero dan Vie. Tetapi itupun aku coba untuk mengungkapkannya secara tidak vulgar dan bertendensi terhadap pelecehan nilai dan arti dari cinta itu sendiri. Bahkan kadang kumasukkan pula nilai spiritual religius didalamnya. Semisal “Fantastik” (nggak aku publish di blog):

Oh tuhan, biarkan Ia tahu walau sekali saja
Bahwa Ialah anugerah terfantastik untukku…
Jangan biarkan Ia berlalu dari hidupku…
Karena ialah sang bidadariku

Oh tuhan, sampaikan semua cintaku untuknya
karena Ialah anugerah terfantastik untukku…
Jangan biarkan Ia berlalu dari hidupku…
Karena ialah sang bidadariku

Ada pula lagu yang murni sekedar tuangan imajinasi seperti Indah, yang berkisah tentang seorang gadis bernama Indah (tidak di publish, sama sekali tidak terinspirasi oleh siapapun) yang tabiat dan perangainya bertolak belakang dengan namanya. Lagu lainnya semisal, “Di balik cermin” serta abadi tentang refleksi pribadi, atau “Melukis dengan mata hati”, yang penggalan reff-nya:

Dan biarkan anganku pergi, berkelana dengan mentari
Tuk mengisi hari, dengan cahaya indahmu

Dan biarkan lepas khayalku berkelana dan arungi duniaku
Mengukir sejarah diatas sang waktu

Dalam lagu ini aku membayangkan diriku sebagai seorang tunanetra, dan sengaja lagu ini pun aku dedikasikan untuk mereka yang tidak menyerah pada keterbatasan fisiknya. Ada pula sebuah kisah khayalanku tentang seorang junker dalam lagu “detak-detak“, yang terinspirasi dari kisah seorang rekan yang terjebak dalam drugs. Lagu ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang manusia sejak lahir hingga terjebak Drugs, pergolakan pikirannya saat ingin melepaskan diri dan akhir hidupnya sebelum tobatnya terucap.

Banyak hal yang bisa kita dapat dengan menulis. Menulis puisi dan lirik mengasah diri kita untuk lebih peka dalam melihat fenomena disekitar kita, dan mampu mengungkapkannya dalam untai kata yang indah dan estetis. Dari rangkaian kata inilah kita berharap bisa menggugah empati pendengar ato pembacanya yang pada akhirnya diharapkan ikut peduli dengan fenomena tersebut. So segitu dulu masalah dunia per-lirik-an. Maaf kalo ada yang nyasar ke halaman ini karena mengira isinya berkaitan dengan satu istilah “jelalatan”. Insya allah postingan itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan itu.

Kenapa kita harus [tetep] pake sofware bajakan

Hmm… kalo saya punya logika lain… (ini pribadi ya)
kenapa kita harus (tetap) pakai software bajakan (terutama Microsoft)?
1. Karena sumberdaya iptek tidak semestinya dikomersialisasikan…
2. Kita negara berkembang, kalau kita ‘taat’ memakai software komersil legal, sampe kapanpun kita akan jadi konsumen yang tergantung dengan produk mereka.
3. Sekali lagi kita negara mis… eh… berkembang, meski berhadapan dengan tingginya pembajakan dibeberapa negara (rusia, cina, indonesia, vietnam dll) Microsoft (dan partner2nya) sudah cukup mengeruk keuntungan. Mereka tetap untung kok meskipun pembajakan di negeri ini tinggi. Anggap saja itu kompensasi dari sumberdaya alam kita yang sudah di keruk habis-habisan oleh US dan negara maju lainnya.
4. Ini logika ekstrim saya satu lagi, Rata2 produsen software komersil (terutama lingkaran microsoft) termasuk dalam daftar penyumbang Israel yang notabene sebagian digunakan untuk membeli peluru yang diarahkan pada saudara-saudara saya seiman di Palestina. Dengan saya menggunakan software bajakan, maka saya ikut membantu mengurangi jumlah peluru yang digunakan untuk membunuh muslim di palestina tersebut… (ngghhh… i guess?)

Indonesian Wordcamp? Kapan yah…

Saya sempat mengamati perhelatan Dallas Wordcamp 2008 yang diadakan awal tahun ini. Dari sana saya tertarik untuk gugling lebih lanjut dan akhirnya saya dapatkan informasi soal event-event Wordcamp yang lainnya. Satu pertanyaan segera mampir di otak saya…

“Kapan ya Wordcamp bisa mampir di indonesia?”.

Ternyata pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan juga bagi seorang blogger indonesia yang lain, Mas Hardjono.

Sebelum beranjak lebih jauh… ngomong-ngomong pada tau nggak wordcamp itu apa? Sedikit penjelasan saya kutip saja dari sini:

WordCamp is a (semi) BarCamp-style conference where users of the Open Source blogging software WordPress can meet and share tips and experiences with one another.

Mungkin intinya, Wordcamp itu adalah event dimana para pengguna wordpress bisa kumpul dan Kopdar bareng-bareng, sehingga bisa berbagi berbagai macam tips dan pengalaman. Dari definisi ini kayaknya seru kalo ini bisa diadakan di Indonesia. Temen-temen pengguna wordpress bisa kumpul nimbrung di satu lokasi ngadain acara-acara seru bersama.

Pertanyaan selanjutnya adalah…

“gimana supaya acara ini bisa diadakan diindonesia?”

Ternyata aku mendapatkannya di central.wordcamp.org, disitu dijelaskan bahwa inisiasi acara wordcamp dilakukan oleh para user ato komunitas wordpress lokal. Jadi intinya… ya… harus dari para pengguna wordpress indonesia.

Berhubung aku sebenarnya agak kuper, aku kurang tahu soal komunitas wordpress indonesia. Dari gugling pun aku nggak menemukan hasil pencarian mengenai komunitas wordpress indonesia, kecuali satu link yang mengarah pada http://wordpressindonesia.com/. Itupun ternyata forum yang anggotanya baru tiga orang (termasuk adminnya sendiri). Kesimpulanku (CMIIW) agak sulit jika aku berharap inisiasi itu dimulai dari komunitas wordpress indonesia. Jadi melalui postingan ini aku mau coba menginisiasi INDONESIAN WORDCAMP agar bisa terwujud mulai dari blog ini.

Sebagai awal aku udah bikin milis di yahoogroups, semoga ada yang tertarik ikut menginisiasi biar indonesian Wordcamp bisa berlangsung. Ini linknya:



indonesia_wordpress@yahoogroups.com

[Finished] aggregator.cmsku.org

Sub domain aggregator di cmsku.org rencananya akan digunakan sebagai sarana komunikasi bagi pengembang CMS lokal (a.k.a pribumi). Fasilitas ini akan terbuka bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap dunia web-development, baik bagi mereka yang memang sudah advance ‘meracik’ script/kode maupun yang baru sebatas coba-coba (alias newbies kayak saya). Disini akan disediakan blog informasi, fasilitas agregasi blog (powered by gregarius), dan forum (powered by bbpress). Karena masih ada sedikit masalah dengan integrasi bbpress dan wordpress, jadi sepertinya belum dibuka kesempatan bagi anda-anda yang ingin nimbrung dalam dunia oprek-mengoprek content management system. Tapi bagi anda yang mau mulai siap-siap sekadar pamer CMS buatannya, silahkan menghubungi saya via YM (delcardino).

Wahai mahasiswa informatika (dari manapun institusi anda), ayolah… narsis dikit! Pamerin CMS kalian… jangan dibiarkan ngedon di ftp-ftp lokal dan berlumut karena sekedar jadi tugas kuliah.

::bunga2 ::sip ::peace

Hitam

Masa lalu hitam merenggut setengah diriku pergi…
Tinggalkan episode-episode dosa yang mengejar hingga kini…

Masa lalu hitam hapuskan asa dalam hati…
Merobek kisi-kisi harapan sketsa hadirnya disini…

Masa lalu kelam merampas sisa harga diri…
Sisakan jasad kosong tak berarti…

Masa lalu kelam memupus sequel mimpi yang bersemi…
Tinggalkan mimpi buruk dan sejuta halusinasi…

Tuhan, asa ini siap terhapus mati…
Oleh ego, syahwat tak berperi…
Sadar diri tak pantas berharap bidadari…
Biarkan ajal menjemputku dalam sunyi…

Namun tuhan, ku tak mampu hadapi epilog hari…
Izinkan ia temani rongga penantian yang sepi…
Penuntun bersahaja bak mega matahari…
Ubah ujudnya diakhirat selaksana bidadari…

Izinkan ia datang bagai penyelamat diri…
Retas detik-detik ketentuan destiny…
Semai harapan ampunan di akhir nanti…
Harap hadir bunyaan nan cerdas lagi berbudi…

Surga biru

Surga biru yang kunanti berangsur pergi…
Tinggalkan diri yang tak pantas dikasihani…

Surga biru tak pantas kembali…
Melihat kebelakang Kisi-kisi mimpi tak berarti…

Surga biru lenyap diruang tak bertepi…
Sisakan kosong penyesalan seorang pendosa disini…

Surga biru hanyut dalam entah tak pasti…
Karena kebodohanku yang pasrah hadapi hari…