All posts by ardee

Surat cinta untuk bidadari – sebuah refleksi

Bagiku setiap
bidadari punya seribu sayap warna warni……..

Setiap sayapnya
dengan indah menari…. Memberi rona bagi setiap diri….

 

Bidadari….
Terlalu sayang kau biarkan sinarmu disini

datang menghampiri…
menghanyutkan ku dalam mimpi…

 

padahal begitu
banyak hati yang butuh kau temui…

agar mereka ikut
bersinar dengan kilau indah mu yang bak mentari…..

 

wahai
bidadari….. bukan aku menafikan mu…. menolakmu….

apalagi
mengingkari keindahan mu…..

 

tapi diri ini
tampaknya tidak cukup pantas untuk berharap padamu…..

ada seribu
bidadari menungguku disurgaNya…..

 

Bukankah aku
telah membuang waktuku jika ku berharap padamu…..

Padahal Harapku
lebih pantas ku berikan Padanya….

Sang Pempunya
yang tak akan Terpunya……

 

Masihkah dirimu
cukup pantas untuk mengalahkan mereka…..

hiasan Intan
Permata surga? Yang Ia sebutkan bersemayam dalam Khiyam-Khiyam….

Yang tidak pernah
tersentuh Insan sebelumnya…. ataupun Bangsa Jaan…..

 

Bidadari….
sebaiknya kita akhiri Chatting kita disini…..

Biar waktu Yang
buktikan….. Akankah bidadari surga Iri dan Cemburu padamu….

 

[Hih…. puisi
paling narsis, geer, dan kePeDean dari gw……, emg bakal masuk surga gituh??

Semoga aku masih cukup Pantas….. Cieee….. Amien…..]

berperang melawan”Malinq gak Essential”…..

Pledoi bwt Bapak maling…..
 
pagi ini rada dapet pengalaman rada
unik, semalem nginep disekre
kabinet KM ITB, ktiduran karena cape.
pagi pagi abis subuh niatnya mau ngerjain laporan tapi komputer sekre lemot, jadi
gak banyak yg bisa dilakukan. yah, akhirnya nyetel "jadikan aku yang kedua"(mars
poligami kalo kata anak-anak, tapi kata
gw mah lagu tentang "itsar dan salamatushhadr") dulu.
lagi asyik beberapa saat ngutakngatik
pembahasan, sekelebat ngliat ada yang
lewat dari pintu yang kebuka sedikit.
langsung aja, naluri "ngejar
maling" aku  bangkit,
keyboard aku  lempar langsung aku  labrak aja tuh
orang. dia yg blom pake sepatu
kaget…

"kmu siapa?"
"ah
gak mas, cuma numpang tidur, kecapean…."
"kok tau-tau ada di dalem?"
"ya, saya
numpang tidur Aa.. kecapean…."
"emang bapak dari mana?"
"dari ciumbuleuit…"
"lho kok dari ciumbuleuit, bisa kecapean terus ketiduran? emang aslinya mana?
saya dari
panti asuhan *******"
"Saya periksa tasnya ya pak….?"
"oh iya…."
aku  cuma nemuin ada celana jins belel, sabun cair ukuran raksasa, handuk… tp aku  curiga juga, karena alesan yang rada gak rasional diatas.
setelah aku  interogasi, aku  dapet info, namanya ngakunya "tomi
Hidayat", yatim piatu, lahir 82, keluar
dari panti asuhan tahun 2001, trus
selama ini nggelandang, gak punya kartu identitas, gak punya tempat tinggal yang jelas,  kerja
serabutan(tukang bangunan>masak gampang banget orang percaya gitu aja nyomot orang jadi kuli bangunan, kadang dirumah makan….), ngakunya ke ITB
jarang, seringnya nginep dimushala.
dari berbagai pertanyaan
yang aku  ajuin(selama dijalan ke pos satpam) gak ada
yang bisa jadi bukti, kalo dia
maling… (ato aku aja yang lagi rada apes sampe gak ada
barang bukti). tapi di kantong celanannya ada pin KM ITB(kotak acrilic) dan pin bendera palestina. gak
jelas bgt sih…. gingung. pas aku  nulis ini aku  baru nyadar, ada petunjuk baru…. pin km itbnya masih bagus bgt, padahal dia bilang dia simpen setahun…

di kantong dompetnya banyak gambar "kebon binatang" gak tau dapet
dari mana….
duh, bingung…. jadi ketunda ngerjain
laporan kp gara-gara nglaporin dia ke pos satpam.
terus terang sedikit ada rasa gak tega…. gimana kalo dia beneran
gelandangan… gimana kalo sebenarnya dia memang bener-bener polos… buka
dipolos-polosin….. pusing….

rasanya pengen ngehajar…. kalo ketemu maling gitar ku, sepatu
Upi, rice cooker ibuku, sendal army, baju OSKM 06, dan simpenan "sembako
nginep"….

ardian perdana putra

PRESPRO Design Co.Bandung

Company Profile, Brand&Logo Design, Graphic&multimedia Design, Creative Advertising, Comic-studio
Markaz Plesiran
Building, 2nd Floor, Northeast Room

Phone: 022-2516823, 085624878208 mail: delcardino@yahoo.com

 

 

—–=====Sebuah Tekad!! Atau Nekat??=====—–

*****jodohkudatanglewatselembarkertas*****

Tomorrow 2007

"If we find it tomorrow, we can’t sigh
Because like a boat that opposes the stream
we have to walk straight on"
(
Translation from "Only Human")

Mengapa diri ini begitu mudah lupa… saat begitu banyak waktu untuk mengingat…
mengapa diri ini begitu banyak lalai… padahal begitu banyak waktu menuntut untuk sigap…

Saatnya berpikir ulang, menata hidup, walau pun gak jelas, gak tau harus mulai dari manakah…
saat rona merah sang senja menyapa, mengapa aku tak juga beranjak?
mengapa aku masih terdiam disini, pelan-pelan merapikan jubah lusuhku…
padahal proyek peradaban menanti…
padahal goresan tinta emas sejarah tak dapat menunggu…
sosok lemah yang tertatih-tatih tak mampu berjalan tegak…
Bergerak atau tergilas….

Kapan lagi saat itu datang…
saat dengan penuh cahaya, kutaklukkan kau dunia….
apa yang membuat diri ini tiba-tiba lupa….
apakah lalaiku….
apakah bias pandangku hingga apapun seakan harus lari kukejar…
atau ini hanya mimpi, ilusi sesaat… memapahku…
lalu hilang, meninggalkan kenangan pahit

wahai diri, tak ada waktu lagi…. engkau bangkit dan pergi…
atau Ia akan pergi menjauh… menuju batas cahaya…

lalu saat itu dmanakah kau…..?

"If we find it tomorrow, we can’t sigh
Because like a boat that opposes the stream
we have to walk straight on"
(
Translation from "Only Human")

Mengapa diri ini begitu mudah lupa… saat begitu banyak waktu untuk mengingat…
mengapa diri ini begitu banyak lalai… padahal begitu banyak waktu menuntut untuk sigap…

Saatnya berpikir ulang, menata hidup, walau pun gak jelas, gak tau harus mulai dari manakah…
saat rona merah sang senja menyapa, mengapa aku tak juga beranjak?
mengapa aku masih terdiam disini, pelan-pelan merapikan jubah lusuhku…
padahal proyek peradaban menanti…
padahal goresan tinta emas sejarah tak dapat menunggu…
sosok lemah yang tertatih-tatih tak mampu berjalan tegak…
Bergerak atau tergilas….

Kapan lagi saat itu datang…
saat dengan penuh cahaya, kutaklukkan kau dunia….
apa yang membuat diri ini tiba-tiba lupa….
apakah lalaiku….
apakah bias pandangku hingga apapun seakan harus lari kukejar…
atau ini hanya mimpi, ilusi sesaat… memapahku…
lalu hilang, meninggalkan kenangan pahit

wahai diri, tak ada waktu lagi…. engkau bangkit dan pergi…
atau Ia akan pergi menjauh… menuju batas cahaya…

lalu saat itu dmanakah kau…..?

Akhir 2006

Ya diri, kenapa gundah melandamu lagi…. Mengapa sesak ini muncul lagi…

Mengapa resah yang pernah siggah lalu pergi, datang menghampiri….

 

Ya diri, apakah kelemahan ku tak dapat mengambil ibroh dari yang
kualami….

ataukah kelalaian ku dalam ikhtiar…

ataukah ketidak-berkahan amal-amal ku karena begitu mudahnya aku lupa pada
Nya.

 

Wahai diri, mengapa dipenghujung tahun 2006 ini…. 23 tahun sejak kau
pertamakali melihat dunia. masih saja kau enggan belajar tentang arti hidup
ini….

Mengapa hingga kini, kau diperbudak dirimu sendiri dengan segala
pintanya…

Mengapa masih saja enggan yang meraja saat hatimu berteriak… khawatir
menjadi sesosok batu tanpa siraman sinarnya, dari sang mentari sabda……

Mengapa masih begitu mudah kau wajarkan hatimu untuk mengharap cinta selain
cintaNya, mengemis perhatian selain ridhoNya, mencari sandaran selain belai
indah KasihNya….?

Apakah ini yang disebut kedewasaan? Atau kau memang tidak pernah beranjak
dewasa?

Atau kau selama ini salah kira, tertipu dan merasa dirimu kini telah
dewasa….

 

Wahai Rabb yang tidak pernah habis pancar sinar kasihnya…. disini ada
hambamu…. yang telah sekian lama lalai dan lupa, tidak mengangkat tangan lalu
berdoa…. memohon ampunMu dari segala kecongkakan dan kelemahan diri…

Wahai dzat yang tidak pernah tidur dan terlupa, yang menguasai dan
berkehendak memberi kesadaran bagi diri ini….

betapa takut aku menghadapi malam, khawatir fajar tak pernah menjelang

betapa takut aku menghadapi pagi, khawatir tidak akan tersisa rona merah
senja untukku

betapa takut diri ini menghadapi esok pagi, jika tiada lagi pelita hati di
rongga dada ini…

betapa takut aku mengalami besok sore, takut hanya ada sesal untuk
kunikmati dimalam hari

 

Wahai tuhan yang tidak pantas menerima kesombongan makhluk hina dina
ini….

kutak tahu kapan ajal ku…. tetapi kuingin selagi ku ingat pinta ini….

selagi tidak kau cabut petunjuk jalan mu ini….

selagi belum habis nafas ini….

izin kan aku akhiri hidupku dengan rasa takut hanya padamu…

dengan ketundukan dam totalitas hanya untukmu…

dengan sepenggal senyum pengorbanan dalam ridhamu…..

 

Ya Allah…. ku ingin setiap tetes airmata ini jadi saksi diakhirat bahwa
aku pernah mengingatMu…. walau Cuma beberapa menit saja…..

VMJ deui… VMJ deui…

Damn…. VMJ deui…
VMJ deui…..

Kalo ada rasa sakit yang paling menakutkan buat aku sekarang, maka itu
adalah VMJ. Dua tahun kemarin dan juga sekitar setahun lalu hal ini pernah
menyerang. Aku bersyukur bahwa yang terjadi bukan hubungan resiprokal.
Alhamdulillah hanya berbentuk sesuatu kekaguman, yang gak berlanjut dengan
apa-apa. Tapi suerrr…. dah perasaan kayak
gitu tuh SAMPAH BANGET
, awalnya nikmat, tapi menghancurkan. Dan itu telah
menggoreskan suatu trauma di diri ini. Terus terang aku takut rasa itu datang
lagi. Aku takut itu tidak saja mengacaukan kehidupan ku, tapi juga “bangunan
yang telah dibangun belasan tahun ini”.

Aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa destruktifnya virus
ini. Entah telah berapa banyak hak orang-orang untuk tercerahkan dengan dakwah
ini, tak tertunaikan karena rusaknya sistem yang ada. Begitu berpengaruhnya virus
ini telah membusukkan otak sehingga hanya rasionalitas dan nafsu yang meraja,
dan lupa akan bingkai manhaj dan kaidah syar’I yang seharusnya dijunjung tinggi.
Maka muncullah argumen-argumen tak obyektif dan kurang perhitungan.

Dan, akhirnya hal itu mulai menunjukkan gelagat terjadi kembali. Terus
terang, aku rasanya pengen banget marah sama diriku sendiri. Aku coba mikir,
sebenarnya emangnya apaan yang salah dengan diriku? Aku udah berusaha teriak
keras-keras didalam hati “CUT…. CUT… GAK BOLEH ADA LAGI HAL KAYAK
GINI…!!”. Aku berusaha untuk mengingat-ingat bahwa VMJ ADALAH HAL TERBODOH
YANG PERNAH AKU ALAMI DALAM KEHIDUPAN KU DIKAMPUS.

Sekarang aku memutuskan untuk gak percaya bahwa perasaan2 macam itu bisa
dikelola dan disinergiskan dengan aktivitas da’wah. Cuma ada satu kata untuk
VMJ yaitu CUT!! Aku berusaha untuk tetap sadar bahwa Ukhuwah dan kenikmatan
berjamaah yang aku rasakan sekarang jauh tak ternilai harganya dibanding dengan
perasaan CEMEN macam itu. Terlalu mahal harga yang harus dibayar untuk sebuah
luapan nafsu yang baru aku sadari, aku sendiri bingung, harus diapakan perasaan
itu kalo sudah terlanjur ada.

 

Pokoknya…. sekarang mah banyak2an tilawah aja….. semoga tuh penyakit
ilang.

Amien.

Wassalam.

 

pelangi…

hahaha…. awalnya lagu ini gak jelas bgt lowh…..
cuma lintasan-lintasan kata yang aku sendiri gaktau kok bisa tiba tiba mengalun indah dikuping dan pikiran. dari potongan-potongan gak jelas itu aku coba kembangin sebuah tema lagu tentang harapan.
tentang optimisme bahwa setelah suatu masa suram ada "pelangi" yang akan mewarnai hidup kita. yah… modelnya "badai pasti berlalu"nya chrisye lah…
setelah mendung dan hujan masih kan ada mentari dan pelangi yang menghiasi langit(kecuali kalo malem ya…)

Refleksi dari “Yasudahlah” hingga “mungkin suatu saat nanti”

refleksi….
kalo pada baca tulisan sebelumnya, yang temen-temen baca di…

"Ya… sudahlah..!!,Pelangi,SUPERHERO,Sumpeh… gua bingung", "kaOs Oblong", "abadi", dan "mungkin suatu saat nanti"

semuanya adalah lagu hasil gonjrang-ganjreng waktu zaman SMA dulu. karena sayang mo dibuang jadi mending ditaro blog aja……

Ya… sudahlah..!!,Pelangi,SUPERHERO,Sumpeh… gua bingung

Ya… sudahlah..!!

Saat baru kukenal dirinya dan ucapkan janji tuk selalu bersamanya

Tiba-tiba saja kau datang dan menjadi mimpi burukku…

Tidakkah kau sadar siapa dirimu apa hakmu untuk menggangguku

Tak ada hubungan lagi aku dengan mu bukankah itu maumu

Reff:

Mengapa kau harus cemburu… saat kau tak butuh
kau buang diriku

Mengapa kau harus kecewa… semua sudah
terlambat sesuai ingin mu

Pokoknya tidak kutak mau tahu pergilah kau jauh dari hari-hariku

Kau rusak masa depan ku kini kau kembali padaku

Simpan saja semua, tangismu itu kau tahu itu tak mempan untukku

Tak ada maaf untuk mu kau hanyalah masa laluku

Vie…

Sebuah cinta monyet putih abu-abu

Pertama kulihat matamu tak dapat ku melupakannya

Terpancar hangat rasuki diriku

Senyuman manis dibibirmu seolah hanya ada untukku

Membagi auranya kepadaku

Reff.:

(π……) walau takkan jelaskan semua
senyummu cairkan beku hatiku

(π……) walau takku kenal dirimu kautelah bawa indah mimpiku

(π……) walau takkan pernah teraih namun bayang yang tersimpan

bangkitkan ku disaat ku jatuh…

kau yang takdapat ku sentuh yang dekast namun
terasa jauh

mematahkan hatiku saat kau dengannya

tak kusadari kulakukan sema tuk dapat membuat dirimu

berpaling walau hanya sesaat

walau kutahu kubukan dirinya yang kau temui untuk bersamanya

namun yakinlah kau satu dihatiku

(back to Reff.)

Pelangi

Hujan… berhenti

Bawa pergi semua mimpi yang kuharap tak kembali

Cerah…nya pagi

Membakar nafasku hari ini bersama smangat yang ku harapkan

Indah…nya hari

Kuharap akan kembali pulihkan detak-detak hidup ku

Mekar… kembali

Semangat ku yang pernah mati bangkit kembali bersama pelangi

[*]

Takdir hidupku membawaku arungi
langit-langit mimpiku

Membawa diriku tuk tepati janji hatiku

Bersama indah-Mu kutemukan harapan kembali

Yang tlah lama kucari

Gelap… yang pergi

Berganti angan yang cerah bersama inspirasi

Sirna… dan pergi

Teror angan yang tak pasti mengekang aku disini

Kini… kurasakan

Melayang bebas langkahku songsong hari cerah bersama pelangi

[#]

Menatap kembali langit yang kuhadapi

Semua kelam bersama sepi kini hanyut dan pergi

Dan datang mentari bawa cahaya kembali

Terangi jalur yang kulalui menuntunku singkap semua misteri

SUPERHERO

Kubayangkan seandainya dunia ini damai

Takkan ada permusuhan berganti persahabatan

Tak perlu ada ketakutan oleh kejahatan

Ku tak perlu takut ada yang kan mengganggu kita

Tapi kusadari itu hanya dalam mimpi

Penyelamat bumi hanya dalam imajinasi

Reff.:

Andainya aku jadi superhero kan kuselamankan engkau dari
penjahat yang mencuri hatimu

Kan kubawa kau terbang jauh keangkasa melihat luas dunia kan
kuajak dirimu melihat indah cakrawala

Seandainya mimpi itu dapat mudah tercapai

Waktuku hanya ada untukmu… bersamamu…

Dan takkan ada yang merampas saat-saat kita

Karena kujaga dunia

[*]

Kan ku bawa dirimu ketempat terindah hatiku

habiskan petualanganku bersamamu

Kan ku ukir namamu di atas prasasti hatiku

agar takkan pudar kuingat dirimu

Sumpeh… gua
bingung

Kau pikir siapa dirimu yang bisa sesukamu

Terus menerus mengaturku seakan aku hanya milik mu

Keras kepala sikap mu seakan pasti kau tahu

Mudah kau berubah arah takpasti dengan kemauanmu

Sumpeh, gua bingung… nurutin semua ingin lo

Yang selalu berubah dan berbuat sesuka lo

mungkin tak kau anggap aku… kekasih hatimu

hanya seorang asisten mu, yang dapat kau perintah, dan turuti semua
ego mu

Kaos oblong

Kaos oblong

Saat ku bangun pagi, kaumasih dilemari

Terlelap tergantung disana, di sisi kamar ini

Hari ini kau temani aku lagi

Kemana aku pergi, dan menjalani hari ku

Bridge:

Oo… tetaplah bersamaku

Oo… oh kaus oblongku

Reff:

Saat ku berkeringat… kaukeringkan sesaat

Saat terik menyengat melindungi ku dari penat

Bila nanti diesok hari tak kutemui dirimu

Berjanji lah saat kucuci nanti kau kembali bersama ku

Ooo…..

Pergi kekampus kunaiki belalang tempurku

Lewati kelas-kelas ku bersama rekan-rekan ku

Main basket di sore hari lepaskan penat sepanjang hari

Walau ku sedikit bau yakinlah ku tetap bersamaku

(back to bridge and reff.)

Nanana… nananana…nanananana

Nanana… nananana…nanananana (2X)

Ending:

Trima kasih oh kaosku

Kau temani aku hari ini

Lewatkan waktuku sejak pagi

Hingga datang tengah malam ku ini