Category Archives: Ganesha Publishing

Soulmate

Soulmate

[Markaz, 27 jan 2008; “Semoga Allah berkenan mempertemukan kita di surganya…”]

Sebuah hari diawal 2005

“Assalamualaikum Akhi…” sebuah suara memanggilku dari selasar kantin Salman. Kulihat seorang ikhwan berkacamata, dengan jaket Gamais coklat muda menghampiriku. Aku lupa-lupa ingat apakah aku pernah berkenalan dengannya.

“Wa’alaikumussalam Wr. Wb.” kujawab salam itu dengan sedikit ragu. Tapi aku segera ingat bahwa beberapa waktu sebelumnya aku bertemu dengannya di acara briefing peserta sebuah daurah yang akan segera berlangsung.

“Eh, kalo D*** jadinya kapan sih?” tanyanya dengan akrab.

Masyaa Allah… nih anak, dengan seenaknya menanyakan hal itu di tempat umum seperti ini” batinku.

“Antum gimana sih, kan besok berangkatnya…” jawabku heran. Kok bisa ya dia nggak tau.

Respon berikutnya benar-benar membuatku terbengong-bengong, tiba-tiba saja dia tertawa ngakak tanpa dosa seperti anak kecil sama sekali tidak peduli dengan dimana kami berada saat itu.

Sebut saja Insan, seorang mahasiswa seangkatanku asal jakarta dengan logat betawi medok. Aku hanya mengenalnya sekilas saja di daurah itu. Sedikit kesan yang melekat di benakku, ia adalah figur yang kocak dan easy-going dalam melihat sesuatu. Hal ini cukup mencairkan suasana antar peserta yang kaku pada hari pertama. Kami memiliki kesamaan dalam beberapa hal, diantaranya sama-sama sulit dibangunkan saat giliran hirosah/jaga malam. Selain itu kami sama-sama ada di ‘barisan paling depan’ dalam mengejar jajanan disekitar lokasi daurah. Maklumlah, badan kami yang sama-sama ber‘porsi’ besar tidak tercukupi dengan makanan yang disediakan panitia. Sayangnya, sepulangnya dari daurah dia segera harus dirawat dirumah sakit karena masalah pencernaan.

Setelah daurah itu, tak banyak hal yang kutahu soal beliau. Kami hanya saling bertegur sapa saat berpapasan. Aktivitasku di kemahasiswaan dan beliau di Gamais membuat kami jarang bertemu.

[ … ]

Pertengahan 2005

Awal tahun ajaran baru telah datang. Dari seorang rekan yang ada di YPM Salman aku mendapat kabar bahwa akan dibuka pendaftaran anggota baru di asrama Salman. Kebetulan orangtuaku memberi ‘warning’ untuk mencari tempat kost yang semurah mungkin karena kebutuhan keluarga yang cukup banyak diawal tahun ajaran baru itu. Tanpa membuang waktu lagi aku segera mendaftar dan melengkapi prosedur. Aku yakin bahwa prasyarat minimal seleksi masih dapat kupenuhi walaupun untuk masalah akademik IP-ku pas-pasan.

Saat itu aku sedang harus fokus di persiapan OSKM dimana aku menjadi koordinator di salah satu tim. Kostku jarang kutempati karena selalu menginap dikampus. Saat itulah aku melihat bahwa keberadaan tempat tinggal yang dekat dengan kampus menjadi sebuah kebutuhan. Dan asrama salman adalah lokasi ideal sesuai kriteriaku itu.

Proses seleksi berjalan agak terlambat, padahal batas waktu habisnya sewa kostku telah lewat. Maka untuk sementara sebagian besar barang-barangku kutitipkan di salah satu sekretariat unit di gedung kayu. Aku mandi di kamar mandi masjid dan menginap dimanapun yang memungkinkanku untuk menginap seperti di himpunan atau di gedung kayu. Saat itulah akhirnya aku mendapat kabar bahwa namaku terdaftar dalam calon penghuni asrama dan diperbolehkan untuk mulai memasukkan barang ke asrama. Segera kupindahkan barang-barang yang sempat mengundang komplain dari anggota unit itu.

Kegembiraanku tidak berlangsung lama. Adanya perubahan prasyarat dari YPM menempatkanku pada posisi sulit. IP-ku yang pas-pasan membuatku tidak memenuhi rumusan prasyarat yang baru. Aku menjadi ‘tunawisma’ untuk yang kedua kalinya dan sekali lagi jadi penghuni gelap di gedung kayu.

Aku bingung karena sudah terlanjur bilang ke orangtua mengenai diterimanya aku masuk asrama. Saat itulah aku bertemu kembali dengan Insan yang segera menjadi sasaran curhatku yang bingung mencari tempat tinggal. Saat itu juga dia langsung menawarkan tempat tinggal sementara di kontrakan yang ia sewa bersama rekan-rekan ikhwah di Pelesiran. Aku belum juga terlalu akrab dengan beliau saat itu. Bahkan saat itu pertemuan kami setelah sekian lama tidak berpapasan di Salman.

Tanpa pikir panjang aku segera mengiyakan tawaran itu. Segera barang-barangku yang memenuhi bioter kupindahkan ke ‘Markaz’. Aku memang tidak mendapat kamar disana, tapi bagiku yang sudah berhari-hari tidur ala kadarnya di Salman, tidur diruang tengah sudah lebih dari cukup. Aku kadang tidur di karpet dengan jaket tebal peninggalan Ospek, terkadang pula aku tidur disofa rotan reot yang tidak seberapa lebar, yang membuatku harus melipat badan. Ramadhan tinggal dalam hitungan hari, sehingga bagiku saat itu lebih baik daripada harus menghabiskan Ramadhan dalam gedung kayu.

Tak lama kemudian Insan memutuskan pindah ke sebuah asrama, dia menawarkan kamarnya dilantai dua untuk kutempati bersama ikhwan yang lain. Aku akhirnya membayar beberapa ratus ribu untuk sekedar pengganti sisa masa kontraknya itu. Beberapa saat tinggal disana membuatku mengenal rekan-rekan baru secara lebih intens disana.

[ … ]

Januari 2006

Kata orang, kalau ingin mengenal lebih jauh tentang seseorang maka kita dapat melakukan perjalanan dengannya, makan bersama dengannya atau menginap bersamanya. Karena kami satu kontrakan, aku dan ikhwan yang lain jadi saling tahu lebih jauh satu sama lain. Tapi tidak ada yang lebih akrab denganku selain Insan. Dari interaksiku selama beberapa bulan, kami jadi lebih saling terbuka tentang masalah masing-masing. Kesamaan dalam masalah kestabilan amalan yaumian dan hubungan dengan lawan jenis jadi satu hal yang justru membuat kami bisa saling mengingatkan. Kami jadi tahu rahasia masing-masing yang tidak diketahui ikhwan yang lain. Kami sadar bahwa masalah-masalah itu adalah qadhaya bagi jama’ah, tetapi justru karena kesamaan-kesamaan itulah kami lebih mudah untuk saling menasehati dalam mengatasi kekacrutan masing-masing.

Pernah selama beberapa minggu aku jarang pulang ke Markaz, masalahnya adalah lagi-lagi ada pemberlakuan wajib tilawah bagi seluruh penghuni kontrakan. Aku seyakin-yakinnya yakin bahwa maksud dan tujuannya adalah bagi kemaslahatan dakwah sendiri. Ini masalah tarbiyah ruhiyah kami sebagai seorang Akh. Tetapi aku disisi lain merasa terganggu dengan sistem aturan semacam itu. Melihat jauh kebelakang, semasa dipesantren dulu pun, aturan yang ketat justru semakin membangkitkan semangatku untuk melawan aturan tersebut. Aku memang bukan tipe orang yang senang diatur.

Begitu pula dengan tahfidz dan mabit. Aku cenderung resisten dengan ajakan yang bersifat memaksa dari Rio, Andi, dan Angga. Kalau sudah begitu, apapun alasannya aku akan menolak, walaupun resikonya beberapa hari selanjutnya komunikasi antar kami akan kaku tidak akrab seperti sebelumnya. Toh kemudian kekakuan itu segera menghilang seiring waktu yang membuat kami lupa kejadian-kejadian itu.

Hal ini jauh berbeda dengan kondisi jika Insan yang bicara padaku, atau sebaliknya. Dalam beberapa kepanitiaan, aku berkerja dalam tim yang sama dengan beliau. Tak jarang kekonyolan-kekonyolan yang muncul dari kami berdua membuat kami semakin akrab. Terkadang memang ada sesi pundung-pundungan, tetapi taklama kami berdua akan segera bermaaf-maafan. Inilah mengapa kami bisa lebih menerima nasehat satu sama lain. Mengenai tilawah, hubungan ikhwan-akhwat atau hal-hal lainnya.

Dalam sebuah kepanitiaan daurah, aku pulang ke Markaz diantar Insan. Waktu itu baru saja terjadi insiden ceroboh yang sempat membuat kami ngakak berdua diatas motor. Aku harus berganti baju karena akan kekampus, sedangkan ia akan menjemput seorang ustadz di Kebon Kembang. Sebelum kami sampai dirumah, kami makan bubur di tempat langganan Insan sewaktu masih di Pelesiran.

“Eh Ar… kayaknya seru juga ya kalo ntar kita udah punya anak cucu, trus kita cerita-cerita soal pengalaman-pengalaman konyol kita waktu jadi panitia daurah kayak gini.” ujarnya sambil mulai menyantap bubur itu.

“Iya sih San, tapi…” aku terhenti sejenak, “masalahnya apa mungkin ya kita masih tetep dijaga (oleh Allah) untuk tetap istiqamah disini… (di jama’ah). Lo tau lah, kondisi tilawah gue kayak gimana.”

“Eh Ar… masalah tilawah mah kita sama-sama kacrut. Tapi serius lho Ar… walopun amburadul, menurut gue yang penting rutinnya.” ucapnya sambil menyambar kerupuk. “Gini-gini… jujur ya Ar… walopun jarang juga gue bisa nyampe sejuz sehari, tapi gue tetep ngusahain banget tilawah walopun cuma 1-2 lembar”.

“Masalahnya dirumah nggak kayak gitu San…” ucapku sambil menghabiskan suapan terakhir, “Gue lagi males pulang ke Markaz, soalnya selalu aja langsung ditodong soal tilawah sama anak-anak.” ujarku sebelum akhirnya memesan satu mangkok lagi.

“Gue setuju sih… emang seru seandainya kita semua bisa kumpul lagi pas udah punya anak-cucu. InsyaAllah banyak cerita sepanjang aktivitas kita di ITeBe. Tapi… nggak ada yang bisa ngejamin kita bakal tetep ada gabung di dakwah selepas dari kampus.” aku melanjutkan kembali sarapan kloter kedua ku.

“Ya… selepas dikampus sih nggak ada dari kita yang tahu Ar. Akupun pernah sekali-dua kali terpikirkan untuk keluar dan lepas…”

“Heh… gue jitak lo kalo sampe insilakh…” potongku setengah bercanda sebelum sempat dia melanjutkan ucapannya.

“Lha… kalo lo yang lepas, gimana?” balasnya sambil ikut memesan satu porsi lagi.

“Ya… lo jitak gue lah…” jawabku asal sambil tetap asyik dengan buburku.

“Lho… kalo kita berdua lepas gimana?” sambarnya nggak mau kalah.

“Ya… udah, kita jitak-jitakan…” sahutku yang segera di sambut tawa kami berdua.

Nggak kerasa. Kita sudah sama-sama ditahun terakhir. Sama-sama berjuang untuk segera nyemplung ke arena dakwah yang baru dan lebih Riil di masyarakat. Aku dan Insan sama seperti dulu, masih dengan candaan-candaan khas kami. Semakin banyak kisah dan obrolan konyol yang kadang-kadang masih saja nyerempet ke topik lawan jenis. Dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan yang ada, ternyata kami masih disatukan dalam panji yang sama… Insya Allah… bersama doa yang tulus, semoga tetap sama-sama istiqamah hingga ajal menjemput… Sehingga Allah mempertemukan kembali kami dan semua ikhwah lainnya di Surganya kelak. Amin…

Allahumma innaKa ta’lam, Annnahadzihil Quluub… Qad ijtama’at ‘ala mahabbatika, Waltaqqat ’ala Tha‘atika, Wa tawahhadat ‘ala Da’watika, Wa ta’ahadat ala nasyrati Syari’atika, Fawatsiqillahumma rabithatahaa… Wa adimmuddahaa… Wahdiha subulaha… Wamla’haa binuurikalladzi laa yakhbuu… Wasyrah shuduuraha bi faidzil iimaani Bika… Wajamilit tawakkuli ‘Alaika… Wa’ahyiha bi Ma’rifatika…Wa’amithaa ala SYAHADATI fii sabiilika… Innaka ni’mal maulaa wa ni’mannashir…

Wassalam….

*Admiring Senja*

Nb: Insan, Rio, Andi dan Angga adalah karakter nyata yang disamarkan (walaupun kemungkinan tetap dikenali siapa orangnya)

Informasi terbaru dari IBC2007

6 Juli 2007

Syarat pendaftaran menjadi minimal 10 Artikel dengan total 5000 kata dari awalnya 15 artikel dengan total 10.000 kata. (saat dikonsep sebenarnya lebih besar lagi, 20 artikel dengan total 15.000 kata — standar sebuah novelet –)

Ganesha Forum for Indonesia merencanakan untuk bergabung dalam Organizing Committee IBC 2007. Hal ini didasari kesamaan Visi antara Ganesha Publishing House (GPH) dengan Ganesha Forum for Indonesia. Kabar selanjutnya? Segera menyusul.

Ada hal yang membingungkan? Butuh respon segera? kirimkan email ke: delcardino@yahoo.com.
Tentang IBC2007 | Hadiah | Pendaftaran | Mekanisme
FAQ | FAQ Bahasa | Update News

Hadiah IBC2007

Hadiah / Kompensasi

Finalis dan juara umum selain mendapat hadiah dari tulisannya, juga memiliki kesempatan untuk ikut memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia melalui program pengadaan buku bacaan bagi siswa sekolah kurang mampu. Buku kompilasi karya finalis dan booklet yang akan diterbitkan 50% keuntungannya akan masuk dalam program ini. Selain itu kami juga sedang menggalang Sponsorship agar bantuan yang kita berikan dapat lebih besar lagi.

Hadiah/Kompensasi:

1. Satu kontestan yang jumlah artikelnya terbanyak masuk final, berhak untuk diterbitkan tulisannya sebagai booklet, sebanyak 2000 eksemplar. Selain itu honor penerbitan Rp. 150.000,-/artikel + Royalti + 10 eksemplar sampel booklet. Pemenang juga akan tetap mendapat haknya untuk dimuat artikelnya dalam kumpulan kisah inspirasi (tidak termasuk honor).

2. Kumpulan artikel yang terpilih pada tahap final akan diterbitkan sebagai sebuah buku (kumpulan kisah inspirasi), yang dicetak sebanyak 5000 eksemplar. Setiap peserta mendapat honor penerbitan Rp. 750.000,- + 10 eksemplar buku + royalti.

3. Royalti yang dimaksud diatas adalah, persentase keuntungan jika buku diputuskan untuk dicetak ulang.

4. Buku dan booklet akan didistribusikan melalui toko-toko buku keseluruh indonesia, diantaranya Gramedia dan Gunung Agung.

5. Bagi 5 partisipan polling dengan komentar terbaik (jumlah dan isi) akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp. 200.000,- dan sebuah buku Kumpulan kisah Inspirasi gratis.

6. Finalis berhak dan wajib ikut serta dalam program-program yang berkaitan dengan promosi buku/booklet.

Ada hal yang membingungkan? Butuh respon segera? kirimkan email ke: delcardino@yahoo.com.
Tentang IBC2007 | Hadiah | Pendaftaran | Mekanisme
FAQ | FAQ Bahasa | Update News

Tahap dan Mekanisme

Pentahapan dan Mekanisme

Kompetisi ini akan dilaksanakan melalui proses seleksi dalam tiga tahap:

  1. Tahap rekomendasi
  2. Tahap Polling
  3. Tahap Final

Tahap Rekomendasi

  1. Artikel/Blog dapat didaftarkan oleh pemiliknya atau oleh pembaca blog tersebut.
  2. Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan email ke innovabook@ardee.wmn.cc dengan judul “[INSPIRING]”, berisi judul-judul artikel beserta link permanen (permalink) dari artikel-artikel yang diajukan (salah satu contoh: “http://namablogger.blognya.com/2007/07/iniartikelku.html”).

Perhatian: Yang dikirimkan bukan link halaman utama dari blog, seperti “http://namablogger.blognya.com”. Jika link blog utamanya saja yang di kirim, tidak akan diproses lebih lanjut.

  1. Identitas Owner dari blog disertakan dengan format 1)Nama, 2)Email, 3)Lokasi tinggal/alamat, 4)No. telepon/HP, 5)pekerjaan. Jika blog diajukan oleh selain pemiliknya maka cukup nomor 1, 2, 3 saja yang dicantumkan, tetapi ditambahkan identitas dari perekomendasi, dengan format sama seperti poin 2.
  2. Pendaftar membuat resume singkat mengenai blog yang direkomendasikannya dalam format ‘dokumen teks (*.doc/*.rtf/*.txt)’ sebagai attachment. Isi resume adalah nama blog (center, bold, heading 1), judul artikel (bold, font T. New Roman, ukuran 12), review dari tiap judul dengan panjang min. 1 kalimat/judul dan max. 2 paragraf. Times New Roman, ukuran 11, spasi 1,5, margin 3,3,3,3 (cm).
  3. Nantinya, email yang sudah diproses akan mendapatkan balasan berisi identitas dari penanggung jawab Kompetisi (sebagai bukti bahwa Program ini bukan penipuan), serta prosedur tahap selanjutnya.
  4. Pendaftaran Artikel/Blog paling lambat 31 Agustus 2007. Hasil diumumkan pada tanggal 10 September 2007.

Tahap Polling

  1. Seluruh pendaftar yang lolos Verifikasi akan dipublikasikan di http://innovabook.blogspot.com . Reviewnya akan dicantumkan sebagai artikel, dan akan disediakan form voting.
  2. Bagi peserta yang lolos ketahap ini diharapkan keaktifannya untuk mengundang komunitas mayanya, dan rekan-rekannya untuk ikut berpartisipasi dalam proses penilaian.
  3. Diharapkan peserta ikut serta menjaga validitas proses penilaian dengan mengkampanyekan proses polling agar berjalan secara obyektif, bukan atas dasar hubungan perkenalan.
  4. Selain form voting, penilaian dilakukan pula melalui komentar terhadap artikel. Banyaknya komentar yang masuk untuk setiap artikel akan menentukan lolos/tidaknya artikel tersebut. Komentar dapat positif atau negatif (menjatuhkan atau mengapresiasi). Komentar yang dihitung adalah komentar yang ada pada rentang waktu 20 September – 5 Oktober 2007.
  5. Hasil polling akan melalui proses verifikasi. Tidak semua komentar akan dihitung, hanya komentar yang berkaitan dengan isi artikel yang akan diproses.
  6. Proses Polling berlangsung antara 20 September – 5 Oktober 2007. Hasil diumumkan 30 Oktober 2007.
  7. Kriteria dan proses penilaian menjadi rahasia panitia selama proses polling, tetapi akan di publikasikan secara transparan bersama pengumuman hasil.

Tahap Final

  1. Peserta yang terpilih sebagai finalis akan diseleksi lebih lanjut oleh dewan juri.
  2. Akan dipilih satu orang terbaik sebagai juara umum.
  3. Hasil seleksi diseluruh tahapan adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Tetapi ada mekanisme khusus jika dikemudian hari diketahui terjadi kecurangan pada peserta Finalis.
  4. Panitia tidak melayani surat-menyurat diluar prosesi seleksi, kecuali surat pengaduan adanya tindak kecurangan.


Ada hal yang membingungkan? Butuh respon segera? kirimkan email ke: delcardino@yahoo.com.
Tentang IBC2007 | Hadiah | Pendaftaran | Mekanisme
FAQ | FAQ Bahasa | Update News

Pendaftaran IBC2007

Pendaftaran

Cara Pendaftaran:

  1. Pemilik blog atau orang yang ingin mengusulkan suatu blog mengirimkan email ke innovabook@ardee.wmn.cc dengan judul/subject “[INSPIRING]”.
  2. Isi dari email adalah:

· identitas pemilik blog (nama, email, lokasi/alamat, no Telp/HP, Pekerjaan jika mengajukan sendiri; cukup nama, email dan lokasi jika diajukan oleh orang lain),

· Identitas Perekomendasi (nama, email, lokasi/alamat, no Telp/HP, Pekerjaan) jika blog tersebut direkomendasikan bukan oleh pemiliknya,

· Daftar link artikel (bukan blog secara keseluruhan) yang direkomendasikan.

  1. Pendaftar membuat resume singkat mengenai blog yang direkomendasikannya dalam format ‘dokumen teks (*.doc/*.rtf/*.txt)’ sebagai attachment. Isi resume adalah nama blog (center, bold, heading 1), judul artikel (bold, font T. New Roman, ukuran 12), review dari tiap judul dengan panjang min. 1 kalimat per judul yang diajukan dan max. 2 paragraf. Times New Roman, ukuran 11, spasi 1,5, margin 3,3,3,3 (cm).

Syarat dan Kriteria blog/Artikel:

  1. Blog dibuat dan dikelola oleh WNI
  2. Artikel yang diajukan berbahasa Indonesia (artikel yang dimaksud adalah artikel yang direkomendasikan, bukan keseluruhan isi blog.)
  3. Content yang diajukan merupakan tulisan pengelola (nama owner yang didaftarkan).
  4. Isi artikel yang diajukan merupakan pengalaman pribadi penulis, perenungan, atau pandangan penulis terhadap suatu fenomena disekitar kehidupan penulis dan mengandung unsur inspiratif/menggugah. Isi artikel bukan tutorial atau tips dan trik, tidak berhubungan dengan periklanan internet (seperti adsense, text-link-ads dll), dan tidak mengandung unsur pornoaksi/pornografi. Diharapkan tidak melakukan plagiarisme, peserta yang terbukti melakukan akan dianulir dan di publikasikan di http://innovabook.blogspot.com.
  5. Isi tidak menyinggung SARA, tapi dalam konteks fenomena sosial dapat ditolerir dengan pembahasaan yang obyektif sesuai etika jurnalistik.
  6. Bahasa menarik, dengan gaya bahasa apapun asal sopan.
  7. Jumlah artikel yang direkomendasikan dari satu blog minimal 10 artikel dengan total jumlah kata keseluruhan minimal 5.000 kata (dari 10 artikel). Cara menghitung jumlah kata lihat disini.
Ada hal yang membingungkan? Butuh respon segera? kirimkan email ke: delcardino@yahoo.com.
Tentang IBC2007 | Hadiah | Pendaftaran | Mekanisme
FAQ | FAQ Bahasa | Update News

FAQ (Inspiring Blog Competition 2007) bahasa

Frequently Asked Question
updated: 6 Juli 2007

Waduh sodara-sodara, melihat respon rekan-rekan yang ternyata pada bingung mengenai peraturan dari Inspiring Blog Competition 2007 akhirnya kami segera merespon dengan membuat lembar FAQ-nya. Semoga cukup mempermudah.

Kenapa dibatasi bahasa Indonesia saja?

Terus terang harus diakui, segmen pasar kita adalah Orang indonesia. Dibagian awal artikel tentang kompetisi ini kami menyebutkan, bahwa harapan kami dalam pelaksanaan program ini adalah bisa menginspirasi banyak Masyarakat Indonesia, agar tergugah untuk bangkit dari keterpurukan. Justru jadi tidak tepat sasaran jika kemudian malah menggunakan bahasa inggris.

Kenapa nggak diterima aja artikel bahasa inggris, terus diterjemahkan?

Namanya juga kompetisi. Ganesha Publishing House (GPH) menerima seluas-luasnya usulan untuk penerbitan isi sebuah Blog menjadi Buku, tapi konteksnya diluar kompetisi ini. Untuk mekanisme/prosedur sedang disempurnakan, harap bersabar.

Blog saya bilingual, bisa ikut gak?

Bisa banget, aturan bahasa berlaku hanya untuk artikel yang direkomendasikan. Sedikit keterangan, pendaftaran dilakukan dengan mengirim email berisi link alamat artikelnya(lihat contoh). Maka bagi yang blognya dwibahasa, dipersilahkan untuk mengirimkan Link alamat artikelnya yang berbahasa indonesia.

Kalo judul artikelnya berbahasa Inggris tapi isinya bahasa indonesia?
Silahkan saja, kan yang menentukan bobot suatu tulisan itu isinya. Jika menurut anda tulisannya baik, memberi inspirasi dan menggugah kirimkan saja.

Kok nyuruh berbahasa indonesia tapi judulnya inggris?

Tidak ada alasan khusus mengapa kami memilih nama bahasa inggris. Sebenarnya lebih ingin memudahkan Orang untuk mengingatnya. Judul program ini sebenarnya IBC2007, simpel dan enak didengar.

Ada hal yang membingungkan? Butuh respon segera? kirimkan email ke: delcardino@yahoo.com.
Tentang IBC2007 | Hadiah | Pendaftaran | Mekanisme
FAQ | FAQ Bahasa | Update News

Trik menghitung jumlah kata

Dalam suatu penulisan artikel, atau karangan, salah satu parameter panjang karangan adalah jumlah total kata dalam karangan tersebut. Hal ini sudah menjadi standar baku dalam penulisan baik untuk suatu karya yang dibukukan, atau makalah/paper. Namun bagi kita (termasuk saya) yang baru mengenal standarisasi tersebut mungkin agak pusing mendengarnya. Jika yang mau kita tulis adalah novel, yang standarnya (“Jurus Sakti Menulis Fiksi”, terbitan Annida) 50.000 kata tentu sangat memusingkan.
Berikut ini adalah cara sederhana untuk menghitungnya secara otomatis, tips ini terutama ditujukan bagi mereka yang berniat mengikuti IBC2007 atau event kompetisi penulisan yang lain.

  1. Gunakan teks editor anda (Ms Word atau Open Office misalnya) untuk menghitungnya.
  2. Buka dokumen teks yang ingin dihitung jumlah katanya. ( untuk IBC2007, copy-paste artikel blog anda yang ingin dihitung jumlah kata-nya)
  3. Pastikan bahwa tulisan itu telah bersih dari judul yang tercopy dobel, link “comments” dan pernak-pernik lain yang bukan merupakan bagian dari tulisan (misalkan anda melakukan copy-paste dari blog anda). Dalam menu [Tools] terdapat pilihan [word count], cukup mengklik pilihan tersebut.

Gitu aja sih… terlalu pendek ya…?

BUKUKAN BLOGMU….

Inspiring Blog Competition 2007

v Pendahuluan

Ganesha Publishing adalah perusahaan penerbitan baru yang sedang mencari bibit-bibit penulis. Usaha penerbitan ini didirikan dengan visi menjadi media penyebar inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk dapat bangkit dari keterpurukannya selama ini. Sebagai langkah awalnya kami meluncurkan program “Inspiring Blog Competition”. Kompetisi ini diadakan oleh Ganesha Publishing House dan Innova Bookshop.

v Tentang Program

Inspiring Blog Competition 2007 adalah suatu program penjaringan potensi menulis dikalangan blogger Indonesia yang tulisannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat. Artikel-artikel pilihan dari berbagai blog yang diharapkan dapat mencerahkan banyak orang tersebut nantinya akan dibukukan. Program ini sekaligus merangsang tumbuhnya blogger-blogger baru yang menghasilkan tulisan berkualitas. Selain itu IBC 2007 memiliki misi sosial, dimana 50% keuntungan penjualan buku akan disumbangkan dalam program pengadaan buku bacaan bagi siswa sekolah.

v Respon Para Blogger

IBC 2007 sendiri memiliki jargon: “Bukukan Blogmu, Inspirasikan dunia”. Saat awal peluncuran program ini, respons dari masyarakat Blogger Indonesia lebih sukses dari yang diperkirakan. Saat peluncuran info mengenai kompetisi ini di http://innovabook.blogspot.com tanggal 6 Juli 2007, dalam hitungan kurang dari satu jam program tersebut langsung direview oleh seorang blogger dan masuk di salah satu blog agregator terbesar indonesia, muslimblog.com.

Yang lebih menggembirakan lagi, pada saat yang sama info tersebut telah menyebar ke puluhan blog secara ‘dari mulut ke mulut’. Semua itu dilakukan secara sukarela oleh para blogger, tanpa imbalan apapun. Hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat layak untuk didukung agar nantinya misi mulia tersebut diatas dapat tercapai.

Prosedur pendaftaran

Tahapan

Hadiah

FAQ