Category Archives: mahasiswa

Ada Angkringan di Balubur

Serius, sampe kemarin aku kenal ‘angkringan’ cuma sebatas istilah. Sepanjang yang aku tahu, ngangkring itu adalah gaya jualan nasi yang khas dari daerah jogja/solo. Sego kucing, sate telur puyuh, teh jahe, dan gorengan jadi menu khas yang diusung pedagang bergerobak ini. Itupun karena Kamil sering cerita pengalamannya jalan-jalan ke daerah jawa bagian selatan. Ndenger ceritanya yang berapi-api itu sebenernya bikin aku penasaran. Sayang sekali, terakhir kali kita backpacking kliling jateng kita nggak sempet mampir di solo/jogja di waktu yang tepat. Kudengar pedagang angkringan biasa mangkal dari sore hingga dini hari. Karena nggak berhasil ngejajal makan di tenda angkringan itu, aku bertekad (Halah…) bahwa aku harus jalan-jalan lagi ke jogja, mmm… mungkin sebelum lulus.

Kamil pun juga sempet ku todong, secara dia bertanggungjawab mengenalkan angkringan itu padaku. Karena sebenarnya aku juga sekadar ketularan hobi jalan-jalan dari dia, akhirnya kita janjian untuk jalan-jalan ke jogja pertengahan tahun ini (tapi entah kapan…). Setidaknya sekali lah… sebelum punya ‘buntut’ (keluarga, red.). Tapi ternyata aku nggak perlu nunggu saat itu, kemarin aku nemu pedagang angkringan di sekitar pasar Balubur, jalan Tamansari, Bandung.

Semalam nggak sengaja liat beberapa angkatan muda (Elri 05 dkk. ~jleb… semakin ngerasa uzur dikampus~) lagi makan di tenda gerobak. Baru sekali itu aku liat tenda gerobak ini. Awalnya aku kira tukang jamu, tapi masak si Elri nongkrong di tukang jamu? Penasaran, aku datangi mereka. Dan gerobak itu penuh dengan gorengan, bungkusan-bungkusan nasi dengan porsi tidak manusiawi (ya iyalah… namanya juga sego kucing… ~nasi dengan porsi bangsa kucing~), sate telur, sate ati dan teko-teko alumunium besar. Firasatku (Halah…) ini tukang nasi angkringan. Selama beberapa belas puluh detik aku terbengong-bengong masih gak yakin. Aksi bengong itu ternyata memancing mereka ikut bengong ngeliatin aku.

“Kenapa mas?” seorang anak sipil 06 tiba-tiba bertanya padaku yang melotot (bisa ya aku melotot) nggak yakin.

“Iii…ini angkringan ya?” tanyaku sambil nunjuk-nunjuk kemeja. Alah… pertanyaan konyol, aku agak keki juga. ::bego

“Iya mas…, emang kenapa gitu?” sahut temennya Elri.

“Ah enggak…” jawabku sok cool sambil langsung duduk di tempat yang kosong.

Sebenernya aku belum berencana makan disitu, tapi ya… sudah lah, sudah keburu duduk. Akhirnya aku nyomot dua bungkus nasi sambel (yang ternyata berisi secuwil bandeng), perkedel jagung, dan sate ati. Trus aku pesen juga segelas gede teh jahe karena penasaran dengan aromanya. Ternyata porsi segitu belum ngepas, dan akupun nambah sebungkus nasi oseng dan bakwan sebagai pamungkas. Memang sih, walaupun nuansa jogjanya kerasa banget, harganya nggak ikutan kena imbas. Total, aku habis Rp. 8000 dengan rincian sebungkus nasi 1500, gorengan 500, sate ati 1500 dan teh jahe 1000. Yah… setidaknya rasa penasaranku ngerasain angkringan sudah lumayan berkurang, walopun aku masih tetep pengen ngerasain wisata kuliner murah khas jogja.

::sip

Kenapa kita harus [tetep] pake sofware bajakan (2)

Sedikit tanggapan dari tulisan Mas Suprie dan Mas Andrie:

“Kurang setuju !!!. Sumberdaya IPTEK saya rasa bebas saja di komersialisasikan, banyak koq produk open source yang komersial, sebagai gantinya mereka memberikan support dan garansi, klo gak komersial, bagaimana Kuli – kuli IT kaya saya mencari duit”

Sepakat… sampai batas2 tertentu. Tentu saja orang berhak untuk mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup dari hasil kerja kerasnya… tapi Korporasi macam Microsoft beda cerita. Mereka menempatkan kita sebagai user dan diposisikan senantiasa sebagai pihak yang tergantung pada mereka.
Seperti juga orang nulis buku, saya sepakat dengan konsep royalti sampai dibatas bahwa royalti tersebut bisa membuat si penulis dan keluarga bisa tetep hidup (earn for living) sehingga si penulis bisa fokus menghasilkan karya2 baru untuk masyarakat. Tapi jika kemudian ada pengerukan keuntungan berlebihan (sekali lagi ‘berlebihan’) yang membuat hanya segelintir masyarakat yang bisa mengakses ilmu pengetahuan, dan kreasi iptek tersebut jadi barang mewah, menurut saya itu sudah melanggar hak dasar manusia. Konsep opensource dan GPL berusaha untuk mereduksi eksklusivitas ilmu pengetahuan itu, dan saya SETUJU. Bagi saya, yang saya tolak itu korporasinya!

“Iya, karena itu gunakan lah Free / Open Source Software !!! karena dengan software opensource, negara kita dapat bersaing dalam bidang IT, tidak ada ide yang di kunci, semua terbuka dan bisa di pelajari. Bisa saja kita mendirikan perusahaan IT yang support ke produk Open Source, seperti hal nya Linux. Memakai bajakan bukan nya jalan menuju negara yang dapat mandiri. Jika kita ingin negara yang mandiri, melepaskan diri dari Vendor Lock , makanya mulai mengembangkan software Free / Open Source Software adalah salah satu jalannya, dan jika kita masih memakai produk mereka, walaupun bajakan, kita masih bergantung pada mereka.”

Ya… sepakat. Tapi, sejujurnya kita harus mengakui untuk beberapa kebutuhan, ada yang belum dapat tergantikan/tersubtitusi oleh software2 tersebut. Saya ambil contoh penerbitan buku, saya belum menemukan padanan untuk software semacam pagemaker atau InDesign. Padahal sumber literatur/informasi lokal merupakan kebutuhan utama agar taraf pendidikan negeri ini maju. Parahnya lagi , masih banyak masyarakat kita yang belum melek internet sehingga literatur hardcopy masih tidak tergantikan. Kalau kita ‘taat’ lisensi komersil, hanya segelintir penerbit yang bisa menerbitkan buku di indonesia ini. Akibatnya yang terjadi adalah monopoli didunia penerbitan dimana segelintir penerbit tadi dapat sesuka mereka menentukan harga buku di pasaran.

“Saya rasa itu hanya lah pembenaran dari pembajakan. Kita sama – sama tahu, klo kita pake barang haram, apa pun bentuk nya tetap haram, dan pembajakan adalah pencurian. Itu sama saja jika ada orang yang mencuri dari rumah kita, lalu pencurinya bilang, “ah orang itu cukup kaya koq, mereka masih bisa membeli barang yang lain”, tapi tetap saja judul nya pencuri. Karena kita merujuk pada perbuatan bukan alasan. Ingat!!, walaupun dalam bentuk apapun dan alasan apa pun, di agama apa pun, mencuri adalah dosa hukumnya.”

Saya menganalogikan membajak (khusus software komersil, BUKAN kekayaan intelektual semacam multimedia) bukan sebagai mencuri… tetapi merebut kembali ‘kemerdekaan’ kita (ngh… oke lah, saya..!! hehehe) yang terampas oleh komersialisasi software tersebut oleh korporat Microsoft Cs itu. Mungkin cuma paranoia saya saja jika kondisi ini saya anggap sebagai konspirasi Negara-negara maju (Neo Liberal) untuk tetap menjadikan negara ketiga senantiasa ada di bawah ketiak mereka…
Ok, bagi rekan-rekan yang cukup melek koding dan akrab dengan bahasa pemrograman masalah tersebut ‘not a big deal’, tapi bagi orang awam semacam saya dan ~entah berapa puluh juta~ masyarakat Indonesia yang lain, It’s a big deal. Kalo produk [software] bajakan itu nggak bisa kita akses, mau kapan kita beranjak dari zaman batu?

“Ada baiknya jika kita menuduh seseorang atau sesuatu kita harus bisa juga memberikan fakta, bukan dugaaan atau asumsi. Maka saya tidak mau ikut – ikutan poin yang terakhir karena saya juga belum punya bukti yang mendukung ataupun yang menyangkal. Saya usahakan selalu memakai produk Free Open Source Software , karena itu adalah pilihan saya, jika saya ingin menggunakan produk – produk proprietary saya usahakan yang legal.”

Ok, nyerah… saya juga nggak yakin dengan logika saya itu kok. So, saya salah dan menunda statement saya itu sampai ada bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Terimakasih atas responsnya…
Senang berdialektika dengan anda…

::Sok ::gigi ::gigi ::cewek ::cewek ::Sok

Ardian Perdana Putra

Hancurlah PKB… PDIP & GOLKAR kapan nyusul…

Sekedar postingan iseng melihat ketidak dewasaan politisi negeri ini… Gimana mau mengayomi rakyat jika sekedar untuk akur dalam organisasi yang lebih kecil aja nggak bisa… pengen eksis sendiri, di berhentikan ngambek. Yang memberhentikan juga nggak kalah childish juga… pake acara tuding-tudingan dan klaim-klaiman masalah sah nggak sah kepengurusan. Gimana kami bisa berharap pada calon pemimpin seperti itu? Herannya kok masih ada saja yang percaya dengan celoteh elit politik semacam itu? Segitu bodohkah rakyat indonesia?

Itu baru masalah intern partai. Bagaimana dengan mereka-mereka yang berduyun-duyun berangkat dari Rumah Rakyat  menuju ke bui atas kasus suap dan gratifikasi? Masihkah pemilih-pemilih kita akan terjerumus ke lubang kesengsaraaan lagi pada 2009? Saya pikir kemudian, tidak salah jika saya berharap hal yang terjadi pada PKB juga terjadi pada golkar dan PDI-P.

Hitam

Masa lalu hitam merenggut setengah diriku pergi…
Tinggalkan episode-episode dosa yang mengejar hingga kini…

Masa lalu hitam hapuskan asa dalam hati…
Merobek kisi-kisi harapan sketsa hadirnya disini…

Masa lalu kelam merampas sisa harga diri…
Sisakan jasad kosong tak berarti…

Masa lalu kelam memupus sequel mimpi yang bersemi…
Tinggalkan mimpi buruk dan sejuta halusinasi…

Tuhan, asa ini siap terhapus mati…
Oleh ego, syahwat tak berperi…
Sadar diri tak pantas berharap bidadari…
Biarkan ajal menjemputku dalam sunyi…

Namun tuhan, ku tak mampu hadapi epilog hari…
Izinkan ia temani rongga penantian yang sepi…
Penuntun bersahaja bak mega matahari…
Ubah ujudnya diakhirat selaksana bidadari…

Izinkan ia datang bagai penyelamat diri…
Retas detik-detik ketentuan destiny…
Semai harapan ampunan di akhir nanti…
Harap hadir bunyaan nan cerdas lagi berbudi…

Surga biru

Surga biru yang kunanti berangsur pergi…
Tinggalkan diri yang tak pantas dikasihani…

Surga biru tak pantas kembali…
Melihat kebelakang Kisi-kisi mimpi tak berarti…

Surga biru lenyap diruang tak bertepi…
Sisakan kosong penyesalan seorang pendosa disini…

Surga biru hanyut dalam entah tak pasti…
Karena kebodohanku yang pasrah hadapi hari…

Ke-tidaknetral-an detikbandung.com

Kalo diliat-liat, sepertinya detikbandung kok berat sebelah ya? Artikel-artikel berkaitan pilgub jabar cenderung menyerang ke PKS. Bisa diliat juga di artikel tentang pelempar bom molotov di kab. bandung juga yang di tekankan di sana tentang pelakunya yang diduga sakit jiwa sehingga nggak pantes dihukum. Berita lainnya:

Btw, selain itu statement Gusdur kok tendensius banget ya (walaupun ~seperti biasa~ ngaco dan nggak berdasar)?

Menanggapi hal ini, Gus Dur merasa bahwa pilgub Jabar memang bagian dari sebuah konspirasi besar. Dirinya menegaskan akan membeberkan konspirasi tersebut.

Pilgub Jabar ini sebenarnya cuma bagian dari konspirasi besar. Dan ini harus segera dibeberkan di depan umum,” ungkap Gus Dur dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi detikbandung, Sabtu (19/4/2008).

Menurutnya konspirasi di Pilgub ini sudah jelas. Diungkapkan Gus Dur, ada pihak yang menghalangi pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim memimpin Jabar dikarenakan perbedaan kepentingan.

“Saya tahu sekali kalau Pak Agum tuh jujur orangnya. Bersih gitu,” kata Gus Dur.

……

Disebutkan juga bahwa selama ini Aman selalu menjadi korban Black Campaign oleh pasangan calon lain. Salah satu contoh yang diberikan oleh Nurul M. Anggalaksana, kasus di Cianjur dimana oknum PKS diduga memasang pamflet berisi pencemaran nama Aman.

Sudah, PKS itu ditangkapi saja dan calonnya didiskualifikasi. Saya tahu mereka dapat dana dari mana saja untuk membiayai semuanya,” tegas Gus Dur seperti dilansir dalam rilis.

Didetikbandung juga sepertinya emang sempet jadi tempat kampanyenya AMAN. Di kode html halamannya juga masih kesisa embed-an iklannya tuh(dikasih warna pink).

<!-- Content -->
<table width="865" border="0" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" id="contentdalam">
<tr class="c001">
<td valign="top" class="c002"><img src="http://www.detikbandung.com/image/daerah001.gif" width="3" height="1" hspace="0" vspace="0" border="0" /></td>
<td valign="top"><img src="http://www.detikbandung.com/image/daerah002.gif" width="8" height="1" hspace="0" vspace="0" border="0" /></td>
<td valign="top" id="kiri">
<div id="bannerB1">
        <a href="http://ad.detik.com/link/detik-bandung/bdg-iringpersonal.ad" target="_blank">
<img src='http://ad.detik.com/images/detik-bandung/bdg-iringpersonal300x250.gif' WIDTH='300' HEIGHT='250' border="0"></a>
<!--<EMBED NAME='flashfile' src='http://ad.detik.com/images/detik-bandung/bdg-cagubaman300x250.swf' menu='false' quality='high' WIDTH='300' HEIGHT=250 TYPE ='application/x-shockwave-flash'></EMBED> -->

Gus… gus, bikin statement ini mikir nggak sih? Kayak saya aja. Ckckckck…

Blogger Keadilan Sejahtera… just an iseng banner!

Akhir pekan kemarin iseng iseng bikin desain beberapa banner sekalian mempraktekkan tutorial yang saya pelajari. Tutorial dari majalahnya comlabs ITB itu membahas tentang cara bikin button yang berkilau glossy kayak tampilannya window vista pake Corel X3. Trus kepikiran bikin banner iseng seperti tertera dibawah ini. Biar nggak dibilang melakukan operasi klaim-klaiman, disini saya coba sampaikan asalnya kenapa sampe kepikiran bikin banner ini.

Jadi ceritanya gini, sebagai Homo bloggerensis subspesies Narciscii, cuap-cuap dan celotehan saya di blog ini sebelumnya bisa dibilang agak nggak ke kontrol. Suka nyebut-nyebut sembarangan, nggak sopan ke yang lebih tua, yang setelah saya pikir-pikir (puaaaaannjjjaaaaaaaang) kadang nggak pantes. Makanya kemudian saya memutuskan ingin memperbaiki diri. Caranya adalah bikin resolusi untuk diri sendiri. Isi resolusinya adalah “ingin menjadi blogger muslim yang Peduli, Kritis dan Santun“.

Penjabaran poin-poinnya seperti ini:

  • Peduli disini artinya jadi blogger yang peka terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya. Nggak cuma sekedar jadi blogger narsis yang sibuk mikirin diri sendiri (jleb… kok gw banget ya?).
  • Kritis artinya nggak cuma sekedar peduli dan ‘menolak dengan hati‘ (kayak pernah denger slogan yang mirip deh… hehehe) kalo ada sesuatu yang nggak beres. Kritis disini harapannya, aku sebagai blogger juga bisa bertindak dengan lisan dan perbuatan.
  • Nah… satu lagi, Santun artinya dalam mengekspresikan diri, berkreativitas dan mengungkapkan kekritisan, ada nilai-nilai etika yang dijaga agar jangan sampai bikin orang sakit perut… apa lagi sakit hati.

Yeah… nggak ada yang sempurna dimuka bumi ini, namanya juga belajar. Tapi kalo nggak meniatkan diri untuk berubah, kapan lagi mau memperbaiki diri. Kita kan cuma disuruh untuk berusaha dan terus berusaha. Masalah hasil… itu ada faktor x yang menentukannya, yaitu kehendak Allah.

Niatku awalnya banner ini aku buat untuk pribadi lho. Tapi sengaja kubikin banyak macem, biar kalo bosen bisa ganti sesukanya. Tapi trus aku dapet ide lain, kalo bisa dipajang semua di blog mungkin bisa bermanfaat buat blogger lain. Siapa tahu ada yang berniat bikin resolusi sejenis buat dirinya masing-masing. Makanya kemudian aku buat semua logo ini bisa dipajang dalam satu posting berikut dengan kode htmlnya biar memudahkan orang untuk copy-paste ke dalam blognya.

Walaupun begitu, sebenernya ada satu hal yang aku takutkan. Yaitu saat ada yang masang, cuman tujuannya nggak baik, yaitu bikin ulah yang mencemarkan citra partai yang masih kupilih karena masih istiqomah dengan kejujuran dan kesantunan kadernya dalam berpolitik. Oleh karena itu aku menetapkan syarat buat mereka yang tertarik untuk memasang banner ini di blog masing-masing. Syarat ini wajib diikuti sebelum anda memutuskan memasang banner ini.

Syarat-syarat:

  • Blogger indonesia, apapun latar belakang suku, daerah dan agamanya, rajin posting min. 1 bulan 1 posting (tulisan sendiri).
  • Blog yang dipasangi banner tidak didominasi iklan (proporsi artikel harus lebih banyak dari iklan), dan mayoritas postingannya merupakan tulisan si pemiliknya, bukan BLOG COPY PASTE.
  • Bersedia memperbaiki diri menjadi seorang blogger yang Santun, Kritis dan Peduli seperti definisi diatas.
  • Bersedia menjaga citra positif yang dimiliki PKS sebagai lembaga (Karena dibanner ada logonya) dan tidak menyalahgunakan banner ini untuk tujuan propaganda negatif dan fitnah dengan mengatasnamakan PKS.
  • Bersedia memberikan janji tertulis untuk menaati persyaratan ini dalam bentuk komentar di artikel ini. Janji menggunakan nama asli (bukan nickname) dan email yang valid.
  • Persyaratan dapat berubah sesuai kebutuhan dan pertimbangan kemaslahatan orang banyak.

Saya nggak bisa memblokir blog anda jika anda tidak menaati poin-poin diatas. Tapi saya berhak untuk memamerkan Blacklist orang-orang yang menyalahgunakan banner ini.

<a href="http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner"><img src="http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/BKS1.png" alt="" /></a>

<a href=”http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner”><img src=”http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloks-keren.png” alt=”” width=”191″ height=”113″ /></a>


<a href=”http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner”><img src=”http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloks2.png” alt=”” width=”191″ height=”120″ /></a>

<a href=”http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner”><img src=”http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloks3.png” alt=”” /></a>

<a href=”http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner”><img src=”http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloks4.png” alt=”” /></a>

<a href="http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner"><img src="http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloks5.png" alt="" /></a>

<a href="http://ardee.cmsku.org/2008/04/blogger-keadilan-sejahtera-just-an-iseng-banner"><img src="http://ardee.cmsku.org/wp-content/gallery/portofolio/bloksV2.1.png" alt="" /></a>

Mak… aku jatuh cinta mak…

Mak… aku jatuh cinta Mak…
Pada bidadari misterius yang tiba-tiba nongol dengan sejuta keunikannya
Pada makhluk yang sebenarnya akupun tak tau persis seperti apa dirinya
Mak… coba deh lihat wajahku kalo lagi ngaca…
Tampangku yang nggantengnya standar ini terlihat kuyu
Lesu karena dadaku yang berdegup kencang nggak habis-habis
Rasa takutku yang nggak jelas ini membayangiku kemanapun mak…

Mak… aku jatuh cinta Mak…
Pada seorang akhwat yang berhasil membuatku tertawa terbahak-bahak berkali-kali
Tetapi di waktu yang lain membuatku merenung tentang apa seharusnya arti C-I-N-T-A
Mak… coba deh sekali-sekali mampir ke otakku
setiap bayangannya lewat didepan pintu pikiranku aku cuma bisa menggedor-gedor dinding hatiku
seraya berteriak “Please yaa Allah… sisakan satu kapling di hatinya untukku… ”

Mak… serius beneran lho Mak… aku jatuh cinta
Pada seseorang yang berusaha untuk tidak kusentuh sebelum mendapat izin darimu
yang mati-matian kuberi jarak, hingga waktu yang tepat itu tiba
Tapi Mak… hatiku ini semakin uring-uringan memikirkannya Mak…
Ibarat bunga… lebah yang lain dapat kapanpun menghampirinya…
dan aku dalam harap-harap cemas hanya dapat berucap pasrah…
“please ya Allah… please… jadikan ia bidadariku dunia akhirat”

[untuk pertama kalinya… aku bisa meneteskan airmata karena makhluk asing yang bernama wanita]

Kunjungi Stand GPH @Ganesha Entrepreneur Expo 2007


 

Publikasi pdf dapat di download di:

www.cmsku.org/publikasi-GEE07-fix.pdf

Publikasi pdf dapat di download di: www.cmsku.org/publikasi-GEE07-fix.pdf

Senandung Semester Akhir

Senandung Semester Akhir

Note : Kisah ini sama sekali bukan kisah nyata. Hanya sebuah curahan inspirasi yang tumpah menjadi cerita.

Bu…. aku minta nikah..!!” Rengekan itu lebih terdengar seperti rengekan anak umur lima tahun ketimbang seorang calon sarjana yang minta restu kepada orang tuanya. Ibuku terlihat sedikit kaget sebelum akhirnya, hanya menghembus nafas sambil bergeleng-geleng keheranan.

Ar… ar, lha wong kamu aja gak lulus-lulus, masak tahu-tahu minta nikah.” Tuturnya pelan. “Nikah itu bukan urusan simsalabim jadi lho, Ar..!!”

Iya bu, aku siap kok….!! Aku udah baca buku ini lho bu!!” jawabku sambil menunjukkan buku “Pernak-Pernik Menghadapi Pernikahan”. Sekuat tenaga ibu berusaha menahan tawa, sampai akhirnya meledaklah tawa ibuku hingga terkekeh-kekeh…

Lho, terus gimana nanti kalau sudah menikah…? Kamu harus mulai bertanggungjawab menafkahi istrimu lho…. Emang sudah sanggup?” tantang ibu kepadaku…..

Alhamdulillah bu, badanku ‘kan sehat, normal kok bu…!!!” Jawabku sekenanya yang langsung disambut tempeleng pelan yang mendarat diubun-ubunku… “Hih…. kamu ini, bukan ‘nafkah’ yang itu maksudnya…!!” tegurnya geregetan….

Wah, tenang aja bu! Menurut buku ini, kita nggak perlu khawatir, kan rezeki itu sudah ada yang mengatur… tinggal kita yang harus berusaha bu!! Lagipula setiap orang kan sudah ada jatah rezekinya sendiri, rezeki tiap orang gak akan nyasar kok….!!” Jawabku sangat bersemangat sambil memperagakan ‘pembagian rizki’ dengan sliweran tangan seperti layaknya seorang pengamat ekonomi sedang presentasi.

Ya…. trus, kamu ‘usaha’nya udah belum…?” tantang ibuku lagi sedikit meledek, yang membuatku sedikit ‘nyesak’.

Ya, kalau itu sih, baru sebatas ‘nyoba-nyoba’ bu…” jawabku nyengir dengan agak tersendat-sendat. “Tapi yakin deh….” omongan ku ini langsung dipotong…

Teruuusss…!! gimana dengan SMS kamu yang tiap akhir bulan ngerengek minta uang?bu, duit abis…. kirim lagi ya!!”, “Bu, aku udah coba hemat, tapi….bla bla bla”….”. jawaban ibuku sudah tidak masuk lagi dalam otakku…. yang akhirnya melayang jauh entah kemana..!! Aku cuma manyun aja mendengar ceramah ibuku kemudian…..

—===|||===—

 

Beberapa hari kemudian aku balik lagi ke Bandung. Aku memutuskan untuk pulang hanya sebentar liburan ini karena ada beberapa hal yang harus aku urus di kampus. Sesampai di kost aku istirahat setelah 4 jam tergencet didalam bus karena duduk bersebelahan dengan seorang bapak yang membawa banyak buntelan. Aku berencana paginya akan segera bersiap berangkat kekampus pagi-pagi.

Hoaa…..hem…!! Ternyata aku telat bangun subuh, sudah jam setengah 6 pagi ternyata…. Aku keluar kamar hendak kekamar mandi. dan ternyata dikamar sebelah Tresno pun baru bangun tidur dengan tampang yang gak kalah kusut dengan sprei yang ku pakai tidur semalam.

Kenapa Lo No….?” Si Tresno yang ditanya nampak masih ‘mengumpulkan nyawa’ terdiam berdiri dengan mata terpejam selama beberapa belas detik sebelum akhirnya menyahut…. “Heuh…. apa kata lo jek…?” dengan logat betawi kapiran yang tetep aja gak bisa nyembunyiin medok jawanya yang khas. “Woi, Lo udah bangun belom sih…” Teriak ku, yang langsung membuatnya melotot walau tatapannya kosong.

Tresno akhirnya bangun, lalu menjawab “Gue abis begadang semaleman, TA gue sulit banget nih….”. Jawaban Tresno ini walau sama sekali gak ada maksud nyinggung, tapi tetep ngebuat dada gue nyesek dan dongkol.

Iye, tau deh lo yang mau lulus Juli ini…..” Sekarang malah gue yang dipelototin. “Semprulll…!! Lo ngeledek gue ya… Pengen ngusir gue cepet-cepet dari kampus?” Hmm, iya juga sih…. gue lupa kalo dia dua angkatan diatas gue dan sama-sama belom ditakdirkan untuk lulus dari institut teknik ini…. “Iya deh, sorry bang… sorry!!”.

Oiya, lo kemana aja sih beberapa hari ini gak keliatan? Aku menjawab dengan nyengir “Hehe, gue pulang minta restu sama orang tua…!!”.

Lho emangnye lo mau ngapain jek…?” jawabnya berlagak bloon, kemudian terdiam lalu menepuk bahuku keras….. “Waaah, lo mau nikah ya…!!! Ato… sunat?”.

Wah…. sembarangan lo No….” jawabku diikuti tawa renyah kami berdua, yang sebetulnya dalam hati mengurut dada. Ada gak ya, yang mau sama kita berdua…

—===|||===—

Akhirnya aku malah jadi berangkat bareng sama Cah Gendheng yang ganjen ini. Seperti biasa, matanya ini agak sulit dikendalikan kalo ada yang ‘bening’ sedikit dijalan. Makanya sebenarnya agak sedikit malu-maluin berangkat bareng anak yang satu ini. Untung jarak kampus gak jauh, jadi malunya cuma sebentar. Beberapa meter dari gerbang kampus tiba-tiba saja ada yang memanggil… “Tresno…!!”. Kami berdua menoleh. Ternyata Nada, seorang cewek, adik kelas sejurusan dengan Tresno yang jadi inceran banyak cowok dikampus.

No, kamu kemana aja sih… gak keliatan dikampus…” cecarnya manyun. Tresno dengan pede gaya playboy kampring menjawab “Gue lagi sibuk nulis Skripsi nih…. Kenape, akhirnya Lo nyariin gue ya…..” jawabnya dengan GeeR yang superrrr…duperrr… overrrrdosis. Sekarang Nada malah ngrengut… “Ih…. apaan sih, gue cuma mau nyampein ini… dateng ya…!!” Sebuah amplop indah berwarna pink, dengan pita merah. Sepertinya dia gak terlalu memperhatikannya.

 Paling ulang tahun.” mungkin begitu pikirnya, dan langsung memasukkannya ke tas.

Kami berpisah menuju jurusan masing-masing. Aku harus mengurus TA-ku yang tertunda satu semester dan melihat daftar nilai-nilaiku yang keluar minggu ini. Ternyata, melihat nilai-nilai dipapan pengumuman hanya membuat aku tambah mumet. Dua mata kuliah B, dibantai oleh tiga buah Nilai C dan satu nilai T.

Aku langsung teringat percakapanku dengan ibu. Terbayang olehku jalan yang masih sangat puaaaaaanjang, untuk bisa mendapat ijin secara gampang untuk menikah. Jangankan untuk mencari pekerjaan sambilan, untuk berusaha agar tidak tetep jadi ‘mahasiswa abadi’ saja udah bikin aku ngap-ngapan. Sepertinya beberapa bulan kedepan aku masih harus bergulat dengan tugas akhir yang menungguku.

Aku masih harus mengurus TA ku ke dosen pembimbing. Sayang beliau sedang tidak ditempat. Akhirnya kuputuskan menunggu sambil ngenet gratisan di Labkom. Tiba-tiba HP ku berbunyi…

Hmmm… Tresno?”, pikirku. Tumben-tumbenan dia nelepon, biasanya hanya ngeSMS, itupun nyari yang gratisan. Dengan agak males akhirnya aku angkat telepon itu, daripada bikin rame. “Ya No, knapa….?”.

Responnya sangat tidak kuharapkan. “Huaaa……!!”, dia menangis dengan teriak-teriak ditelepon.

Hoi… lo kenapa? Jangan sentimentil gitu dong…. kalo lo gagal lulus Juli kan ntar bisa bareng gue!! Hehehe….” Sebuah jawaban yang jelas sama sekali gak membantu. Di sela tangisnya yang entah beneran ato dibuat-buat dia menyahut “Wah, sialan Lo… Kurang ajar…”.

Iya, terus kenapa?” tanyaku mulai penasaran.

lo inget tadi kan?

Kapan? Pas lo baru bangun? Ato pas lo bilang gue mo disunat?” jawabku asal.

Bukan goblok… Tadi, digerbang.” Dia agak gregetan juga ternyata. “Lo ngomongin cewek mana lagi sih?” sambarku tambah gak sabar.

Bukan!! Nada…. Nada…!!” jawabnya gak sabar.

Oh, iya…. kenapa sih? Dia jadian sama cowok mana lagi?

Ini lebih gawat!! Lo tau undangan yang tadi kan?

Tanpa dikomando, otakku langsung paham maksudnya… ngangguk-ngangguk dan tersenyum kecut. Omongan Tresno sudah tak kuperhatikan lagi…. ternyata Nada menikah!!

Terbayang kembali percakapan ku dengan ibu yang semakin konyol saat kuingat-ingat lagi. Dalam hati aku bergumam lagu populer “mahasiswa rantau…” milik sebuah band yang terkenal konyol…

Mahasiswa….. mahasiswa….