All posts by ardian perdana putra

hmm….. jadi inget….. pada jaman dahulu bgt, aq…

hmm….. jadi inget….. pada jaman dahulu bgt, aq pernah nulis tentang membaca….. membaca alam…. membaca fenomena…. membaca realita…… sesuatu yang lebih esensial dari membaca dengan arti harfiah.

tanpa aku sadari, di setiap detik yang di lalui, disetiap langkah yang mengayun, disetiap detak jantung yang berdegup terdapat hikmah yang jika saja kita jeli, maka akan menjadi suatu wasilah untuk menjalani hidup ini secara lebih baik. bukankah hikmah adalah suatu harta terpendam bagi seorang muslim? yang jika ia temukan di dalam perjalanan hidupnya maka dia lah yang paling berhak mendapatkannya….. begitulah mutiara hadis menjelaskan.

coba untuk meninggalkan dialektika teori, sekarang gimana dengan apa yg aku lihat hari ini…. kemarin…. beberapa saat yang lalu? nampaknya melakukannya secara praktek gak semudah kalimat tadi. gimana ya….. gimana ya…..

dari blog-blog yang aku baca, apa ya yang bisa aku ambil?

Bismillahirrahmanirrahim….. Hmmmm…. Mulai nulis l…

Bismillahirrahmanirrahim…..

Hmmmm…. Mulai nulis lagi neh…. Setelah sekian lama.

Beberapa hari ini lagi sering baca blog orang. Blog dibuat emang untuk “curhat berjamaah” kan? Kalo nggak ngapain juga di posting ke internet….. ya kan…..?

Mmmm…. Ngomong-ngomong soal ngebaca tulisan orang di blog, lagi agak sedikit sensi kli ya…. Jadi pas baca kaya ada perasaan jlab…. Jleb…. Kesepet gitu deh…. Bukan karena kegeeran si penulisnya nulis ttg gw…. Tapi karena isi tulisannya bikin gw mikir sih…. Kadang klo gw mratiin karakter orang, gw jadi suka ngebanding-bandingin si orang itu ama diri gw…. Gw kadang memposisikan diri gw dalam keadaan si orang itu…

Tp mungkin aga beda dengan beberapa waktu lalu, gw lagi susah untuk menangis. Gak tau nih, rada mengkhawatirkan jg…. Sebenarnya gw risau jg, takut hati gua udah gak lembut lagi….(cieee….). Soalnya satu hal yang sebenarnya sangat gw syukuri adalah gw dikasih hati yang gampang tersentuh dengan suatu fenomena dari orang yg gw lg perhatiin masalahnya. Gak bilang empati gw bagus ya… soalnya gw kadang juga rada lemot ngeliat kondisi sosial sekitar gw…. Ssst…. jgn bilang-bilang, gw rada introvert jg kadang-kadang.

Oiya, dari tulisan-tulisan di blog yg gw baca itu ada beberapa tulisan yg menarik. Misalnya tentang ada yg deket banget dengan keluarganya, ato tentang temennya yang lagi sakit, ato tentang aktivitasnya…. Hmm…. Kenapa gw ngiri ya? Kenapa gw jadi ngrasa pengen meledak ya….? Kenapa gw jadi rada nyesel ya? Kenapa gw jadi rada stress? Gw pengen bangkit…. Gw pengen enerjik…. Gw pengen punya tujuan hidup yang jelas lagi…. Dan tau harus ngapain…. Sekarang? Gw lagi bingung, mikir-mikir kebelakang….. ngerunut mimpi-mimpi yg pernah gw bangun dan sekarang tiba-tiba gw bingung…. Terlalu banyak mimpi yang pernah ada, dan gw bingung mana yg harus gw tuju…..

Semoga dengan gw menulis sekarang gw bisa rada jelas ngeliat “path” yang harus gw tempuh…. Tapi untuk sekedar ngasi tau, gw gak mau melewati jalan hidup gw selanjutnya secara biasa-biasa aja…. Bukan dengan jalan yang biasa ditempuh orang kebanyakan…. Gw harus jadi SEJARAH…. Makanya itu gw bingung…. Mau kemana.

Karena apalah artinya jika kta gak pernah memberi arti bagi orang-orang yg pernah kita kenal…. Bahkan Naruto pun, yang dalam ceritanya dogol… rada bloon, ceroboh…. Bisa menjadi orang yang berarti…. jauuuuuuuuh sangat sangat berarti bagi sekitarnya.

Our “Kyuubi”, initial writing of me…..

hm…. setelah sekian lama ga posting masih bingung mo nulis apa sebenernya. tapi I think gw harus mulai nulis2 lagi, ‘coz that’s the best way to woke “My Kyuubi” up.
Talking about “kyuubi”, this is how i call Our inner potential power beneath our soul. I take the term “Kyuubi” refering to Manga story of “NARUTO”. In that story is described that for the reason to save his village from massive destruction by a demon called “Kyuubi” (it means nine tailed demon fox which popular in many japanese folktales), the Head of Village sacrificed his life to seal that demon in the body of a baby. in the result this village saved, but in the future this baby named “Naruto” suffering discrimination from all villagers which their family and relatives gone by the attack of Kyuubi.
Naruto as a child becoming naughty and searching for love and attention from the people. Until some ninja of the village accept him as an ordinary people. From that time his journey to become a powerful and greatest ninja (and then becoming a Hokage -head of village- like his hero “the Forth Hokage/ yondaime”) begin.
The essential value of this story…. (a partial one, which i think related to the human potential) is how naruto learn to be “friendly” with his “super-duper-massive-strength” of The Demon inside his body. this super power is tends to become Dangerous for a whole Ninja world if there is no one control it. It become so powerfull power to become a greatest human for it’s owner….. if the owner know the way to control it.
I think in a real world of Us it very similar of our inner potential….., it can be very destructive or very constructive depends on the owner……
For me, my “kyuubi” is my Imagination, my idea, my thinking. For me, there is nothing I can trust more than my own thinking. Because it’s the essential power of us……

Our “Kyuubi”, initial writing of me…..

hm…. setelah sekian lama ga posting masih bingung mo nulis apa sebenernya. tapi I think gw harus mulai nulis2 lagi, ‘coz that’s the best way to woke “My Kyuubi” up.
Talking about “kyuubi”, this is how i call Our inner potential power beneath our soul. I take the term “Kyuubi” refering to Manga story of “NARUTO”. In that story is described that for the reason to save his village from massive destruction by a demon called “Kyuubi” (it means nine tailed demon fox which popular in many japanese folktales), the Head of Village sacrificed his life to seal that demon in the body of a baby. in the result this village saved, but in the future this baby named “Naruto” suffering discrimination from all villagers which their family and relatives gone by the attack of Kyuubi.
Naruto as a child becoming naughty and searching for love and attention from the people. Until some ninja of the village accept him as an ordinary people. From that time his journey to become a powerful and greatest ninja (and then becoming a Hokage -head of village- like his hero “the Forth Hokage/ yondaime”) begin.
The essential value of this story…. (a partial one, which i think related to the human potential) is how naruto learn to be “friendly” with his “super-duper-massive-strength” of The Demon inside his body. this super power is tends to become Dangerous for a whole Ninja world if there is no one control it. It become so powerfull power to become a greatest human for it’s owner….. if the owner know the way to control it.
I think in a real world of Us it very similar of our inner potential….., it can be very destructive or very constructive depends on the owner……
For me, my “kyuubi” is my Imagination, my idea, my thinking. For me, there is nothing I can trust more than my own thinking. Because it’s the essential power of us……

My newest Song: Dibalik cermin

Di Balik Cermin…..

Pucat….. tergambar wajahmu tanpa senyum menghias dibibirmu

Galau…. kosong pandangan mu menerawang tak tahu akan kemana

_____________________________________________________

_____________________________________________________

Dimanakah senyummu yang dulu yang warnai setiap hari mu

Dimanakah ceria kilau mu yang selalu hangat menyongsong mentari

Dimanakah…. dimanakah…..(2x)

Reff…

Wahai kau yang ada dibalik cermin tinggalkan sepi, sambut sang pagi

Wahai kau yang ada dibalik cermin tiba saat kau berhenti

Memandang masa lalu yang sunyi, bersinarlah secerah mentari…

Biarkan rona indahmu kembali…..

Kaos gw yg paling Oblong

Kaos oblong

Saat ku bangun pagi, kaumasih dilemari

Terlelap tergantung disana, di sisi kamar ini

Hari ini kau temani aku lagi

Kemana aku pergi, dan menjalani hari ku

Bridge:

Oo… tetaplah bersamaku

Oo… oh kaus oblongku

Reff:

Saat ku berkeringat… kaukeringkan sesaat

Saat terik menyengat melindungi ku dari penat

Bila nanti diesok hari tak kutemui dirimu

Berjanji lah saat kucuci nanti kau kembali bersama ku

Ooo…..

Pergi kekampus kunaiki belalang tempurku

Lewati kelas-kelas ku bersama rekan-rekan ku

Main basket di sore hari lepaskan penat sepanjang hari

Walau ku sedikit bau yakinlah ku tetap bersamaku

(back to bridge and reff.)

Nanana… nananana…nanananana

Nanana… nananana…nanananana (2X)

Ending:

Trima kasih oh kaosku

Kau temani aku hari ini

Lewatkan waktuku sejak pagi

Hingga datang tengah malam ku ini

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit