Kaos gw yg paling Oblong

Kaos oblong

Saat ku bangun pagi, kaumasih dilemari

Terlelap tergantung disana, di sisi kamar ini

Hari ini kau temani aku lagi

Kemana aku pergi, dan menjalani hari ku

Bridge:

Oo… tetaplah bersamaku

Oo… oh kaus oblongku

Reff:

Saat ku berkeringat… kaukeringkan sesaat

Saat terik menyengat melindungi ku dari penat

Bila nanti diesok hari tak kutemui dirimu

Berjanji lah saat kucuci nanti kau kembali bersama ku

Ooo…..

Pergi kekampus kunaiki belalang tempurku

Lewati kelas-kelas ku bersama rekan-rekan ku

Main basket di sore hari lepaskan penat sepanjang hari

Walau ku sedikit bau yakinlah ku tetap bersamaku

(back to bridge and reff.)

Nanana… nananana…nanananana

Nanana… nananana…nanananana (2X)

Ending:

Trima kasih oh kaosku

Kau temani aku hari ini

Lewatkan waktuku sejak pagi

Hingga datang tengah malam ku ini

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit

Pelangi- lagu jadoel gw

Pelangi

Hujan… berhenti

Bawa pergi semua mimpi yang kuharap tak kembali

Cerah…nya pagi

Membakar nafasku hari ini bersama smangat yang ku harapkan

Indah…nya hari

Kuharap akan kembali pulihkan detak-detak hidup ku

Mekar… kembali

Semangat ku yang pernah mati bangkit kembali bersama pelangi

[*]

Takdir hidupku membawaku arungi langit-langit mimpiku

Membawa diriku tuk tepati janji hatiku

Bersama indah-Mu kutemukan harapan kembali

Yang tlah lama kucari

Gelap… yang pergi

Berganti angan yang cerah bersama inspirasi

Sirna… dan pergi

Teror angan yang tak pasti mengekang aku disini

Kini… kurasakan

Melayang bebas langkahku songsong hari cerah bersama pelangi

[#]

Menatap kembali langit yang kuhadapi

Semua kelam bersama sepi kini hanyut dan pergi

Dan datang mentari bawa cahaya kembali

Terangi jalur yang kulalui menuntunku singkap semua misteri

Surat cinta untuk bidadari – sebuah refleksi

Bidadari

Bagiku setiap bidadari punya seribu sayap warna warni……..

Setiap sayapnya dengan indah menari…. Memberi rona bagi setiap diri….

Bidadari…. Terlalu sayang kau biarkan sinarmu disini

datang menghampiri… menghanyutkan ku dalam mimpi…

padahal begitu banyak hati yang butuh kau temui…

agar mereka ikut bersinar dengan kilau indah mu yang bak mentari…..

wahai bidadari….. bukan aku menafikan mu…. menolakmu….

apalagi mengingkari keindahan mu…..

tapi diri ini tampaknya tidak cukup pantas untuk berharap padamu…..

ada seribu bidadari menungguku disurgaNya…..

Bukankah aku telah membuang waktuku jika ku berharap padamu…..

Padahal Harapku lebih pantas ku berikan Padanya….

Sang Pempunya yang tak akan Terpunya……

Masihkah dirimu cukup pantas untuk mengalahkan mereka…..

hiasan Intan Permata surga? Yang Ia sebutkan bersemayam dalam Khiyam-Khiyam….

Yang tidak pernah tersentuh Insan sebelumnya…. ataupun Bangsa Jaan…..

Bidadari…. sebaiknya kita akhiri Chatting kita disini…..

Biar waktu Yang buktikan….. Akankah bidadari surga Iri dan Cemburu padamu….

[Hih…. puisi paling narsis, geer, dan kePeDean dari gw……, emg bakal masuk surga gituh?? Semoga aku masih cukup Pantas….. Cieee….. Amien…..]

lagu baru ku: Dibalik cermin….

Di Balik Cermin…..

 

Pucat…..
tergambar wajahmu tanpa senyum menghias dibibirmu

Galau…. kosong
pandangan mu menerawang tak tahu akan kemana

_____________________________________________________

_____________________________________________________

 

Dimanakah
senyummu yang dulu yang warnai setiap hari mu

Dimanakah ceria
kilau mu yang selalu hangat menyongsong mentari

Dimanakah….
dimanakah…..(2x)

 

Reff…

Wahai kau yang
ada dibalik cermin tinggalkan sepi, sambut sang pagi

Wahai kau yang
ada dibalik cermin tiba saat kau berhenti

Memandang masa
lalu yang sunyi, bersinarlah secerah mentari…

Biarkan rona
indahmu kembali…..

 

 

RePublished “PELANGI”

[ini adalah sebuah lagu tentang harapan, tentang semangat yang tak
putus-putus, tentang sebuah mimpi bahwa bangsa ini tak lagi terpuruk
saat mereka telah menjadi bangsa berkarakter]

Pelangi

 

Hujan… berhenti

Bawa pergi semua mimpi yang
kuharap tak kembali

Cerah…nya pagi

Membakar nafasku hari ini bersama smangat yang ku
harapkan

Indah…nya hari

Kuharap akan kembali pulihkan detak-detak hidup ku

Mekar… kembali

Semangat ku yang pernah mati bangkit kembali
bersama pelangi

 

[*]

Takdir hidupku membawaku arungi langit-langit
mimpiku

Membawa diriku tuk tepati janji hatiku

Bersama indah-Mu kutemukan harapan kembali

Yang tlah lama kucari

 

Gelap… yang pergi

Berganti angan yang cerah bersama inspirasi

Sirna… dan pergi

Teror angan yang tak pasti mengekang aku disini

Kini… kurasakan

Melayang bebas langkahku songsong hari cerah
bersama pelangi

 

[#]

Menatap kembali langit
yang kuhadapi

Semua kelam bersama
sepi kini hanyut dan pergi

Dan datang mentari
bawa cahaya kembali

Terangi jalur yang
kulalui menuntunku singkap semua misteri

Lagu ini Tercipta begitu saja suatu masa di kelas I SMU, masa yang begitu BERGEJOLAK…. Begitu MERDEKA… gak pernah akan gw lupain
Nantikan Novel gw "MyConfessiography:Tentang Vie…"

Ku Harus bersinar…..

teringat betapa riweuhnya pagi ini…. akhirnya aku harus menyerah pada kenyataan…. Laporan KP ku akhirnya memang harus menemui nilai E dulu semester ini, dan Nilainya dimasukin semester depan….
Itu tawaran terbaik(satu dari dua opsi dari bu Endah, opsi laen adalah gw ngejar tandatangan pembimbing KP dilembar pengesahan dan minta Form penilaiannya diisi hari ini juga, tapi berarti gw kagak fair sama anak2 yg laen karena by the rulenya bu endah harusnya udah gak boleh) karena dengan begitu gw bisa sedikit ngejar hasil yang perfect utk laporan ini.
Keputusan ini akhirnya gw ambil setelah gw sebenernya nyoba juga ke Lembang Hari ini… tapi, insyaAllah inilah pilihan terbaik.

ada hal yang pengen gw kenang, setelah beberapa bulan ini akhirnya gw bisa lagi ngerasain nikmatnya rasa Letih, Nafas yang menburu karena kecapean, tapi dibarengi rasa puas "inilah hasil terbaik yang pernah gw capai dari apa yg gw usahakan". Rasa nikmatnya menitikkan airmata, ditengah lelah yang mendera…. Sungguh gw ngrasain lagi bahwa rasa indah yang pernah gw rasakan dulu…. tiba-tiba gw kangen DIOSPEK, kangen MEMBERONTAK, kangen MENJADI ANAK BANDEL YANG HIPER AKTIF, kangen jadi diri gw yang warna-warni….

Dalam renungan gw di angkot tadi, saat dijalan menuju Lembang tiba-tiba ada  kalimat2 muncul dibenak gw…. kalimat yang spontan muncul begitu aja….

"Wahai
diri…. masa Kmu kalah dengan
sang Rona merah mentari  senja….?
padahal ia tak pernah jenuh bersinar…..
walaupun malam ‘

kan

segera mengusirnya…
tapi Ia tahu bahwa esok Ia akan menjadi Fajar….
Yang akan kembali bersinar….
dan akan kembali melahirkan senyum kehidupan…
bagi dunia….

dia yang tidak pernah berhenti bergerak….
dia yang tidak pernah berhenti bercahaya….
hingga iri muncul dalam hati ini….
tak mau berhenti…. dan menjadi mati…."

 

Just another Ardian Perdana Putra: Muda, Berkarya, Melayani site