Our “Kyuubi”, initial writing of me…..

hm…. setelah sekian lama ga posting masih bingung mo nulis apa sebenernya. tapi I think gw harus mulai nulis2 lagi, ‘coz that’s the best way to woke “My Kyuubi” up.
Talking about “kyuubi”, this is how i call Our inner potential power beneath our soul. I take the term “Kyuubi” refering to Manga story of “NARUTO”. In that story is described that for the reason to save his village from massive destruction by a demon called “Kyuubi” (it means nine tailed demon fox which popular in many japanese folktales), the Head of Village sacrificed his life to seal that demon in the body of a baby. in the result this village saved, but in the future this baby named “Naruto” suffering discrimination from all villagers which their family and relatives gone by the attack of Kyuubi.
Naruto as a child becoming naughty and searching for love and attention from the people. Until some ninja of the village accept him as an ordinary people. From that time his journey to become a powerful and greatest ninja (and then becoming a Hokage -head of village- like his hero “the Forth Hokage/ yondaime”) begin.
The essential value of this story…. (a partial one, which i think related to the human potential) is how naruto learn to be “friendly” with his “super-duper-massive-strength” of The Demon inside his body. this super power is tends to become Dangerous for a whole Ninja world if there is no one control it. It become so powerfull power to become a greatest human for it’s owner….. if the owner know the way to control it.
I think in a real world of Us it very similar of our inner potential….., it can be very destructive or very constructive depends on the owner……
For me, my “kyuubi” is my Imagination, my idea, my thinking. For me, there is nothing I can trust more than my own thinking. Because it’s the essential power of us……

Our “Kyuubi”, initial writing of me…..

hm…. setelah sekian lama ga posting masih bingung mo nulis apa sebenernya. tapi I think gw harus mulai nulis2 lagi, ‘coz that’s the best way to woke “My Kyuubi” up.
Talking about “kyuubi”, this is how i call Our inner potential power beneath our soul. I take the term “Kyuubi” refering to Manga story of “NARUTO”. In that story is described that for the reason to save his village from massive destruction by a demon called “Kyuubi” (it means nine tailed demon fox which popular in many japanese folktales), the Head of Village sacrificed his life to seal that demon in the body of a baby. in the result this village saved, but in the future this baby named “Naruto” suffering discrimination from all villagers which their family and relatives gone by the attack of Kyuubi.
Naruto as a child becoming naughty and searching for love and attention from the people. Until some ninja of the village accept him as an ordinary people. From that time his journey to become a powerful and greatest ninja (and then becoming a Hokage -head of village- like his hero “the Forth Hokage/ yondaime”) begin.
The essential value of this story…. (a partial one, which i think related to the human potential) is how naruto learn to be “friendly” with his “super-duper-massive-strength” of The Demon inside his body. this super power is tends to become Dangerous for a whole Ninja world if there is no one control it. It become so powerfull power to become a greatest human for it’s owner….. if the owner know the way to control it.
I think in a real world of Us it very similar of our inner potential….., it can be very destructive or very constructive depends on the owner……
For me, my “kyuubi” is my Imagination, my idea, my thinking. For me, there is nothing I can trust more than my own thinking. Because it’s the essential power of us……

My newest Song: Dibalik cermin

Di Balik Cermin…..

Pucat….. tergambar wajahmu tanpa senyum menghias dibibirmu

Galau…. kosong pandangan mu menerawang tak tahu akan kemana

_____________________________________________________

_____________________________________________________

Dimanakah senyummu yang dulu yang warnai setiap hari mu

Dimanakah ceria kilau mu yang selalu hangat menyongsong mentari

Dimanakah…. dimanakah…..(2x)

Reff…

Wahai kau yang ada dibalik cermin tinggalkan sepi, sambut sang pagi

Wahai kau yang ada dibalik cermin tiba saat kau berhenti

Memandang masa lalu yang sunyi, bersinarlah secerah mentari…

Biarkan rona indahmu kembali…..

Kaos gw yg paling Oblong

Kaos oblong

Saat ku bangun pagi, kaumasih dilemari

Terlelap tergantung disana, di sisi kamar ini

Hari ini kau temani aku lagi

Kemana aku pergi, dan menjalani hari ku

Bridge:

Oo… tetaplah bersamaku

Oo… oh kaus oblongku

Reff:

Saat ku berkeringat… kaukeringkan sesaat

Saat terik menyengat melindungi ku dari penat

Bila nanti diesok hari tak kutemui dirimu

Berjanji lah saat kucuci nanti kau kembali bersama ku

Ooo…..

Pergi kekampus kunaiki belalang tempurku

Lewati kelas-kelas ku bersama rekan-rekan ku

Main basket di sore hari lepaskan penat sepanjang hari

Walau ku sedikit bau yakinlah ku tetap bersamaku

(back to bridge and reff.)

Nanana… nananana…nanananana

Nanana… nananana…nanananana (2X)

Ending:

Trima kasih oh kaosku

Kau temani aku hari ini

Lewatkan waktuku sejak pagi

Hingga datang tengah malam ku ini

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

abadi….

Abadi

Terinspirasi keabadian “Highlander”

Kembali…. hanya entah yang kurasa

Saat nafas yang ku cinta

Meninggalkan ku

Menutup waktunya

Hingga hanya ada aku

Sendiri dalam sunyiku

Bayangi langkah ku

Hingga nanti ujung dunia

Reff:

Cukup matikan aku disini

Jauhkan aku dari sepi

Memenjarakan ku disini

Cukup… berikan aku ajalku

Yang membebaskanku dari sunyi

lepaskan ku dari candu dunia

Aku… aku bukan raja dunia

Bahkan aku menolaknya

Cukup singkat usia untukku

Bukan abadi yang menyiksaku

Bosan… dalam sendiriku

Menunggu ia menjemput ku

Yang tak kunjung datang

Seakan takdir tak mengizinkan

(back to reff.)

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit

Detak-detak…

Detak-detak

Detak-detak…, saat kubuka mata mencoba tuk bernafas

melihat sebuah awal

Detak-detak…, singkapkan sebuah takdir meraba truk bepijak

membangun langkah panjang

Detak-detak…, saat waktu mulai belajar ungkapkan jati diri

Membangun masa depan

Detak-detak…, kusadari mulai beranjak tinggalkan masa usang

bersiap tuk melangkaa……ah

Bridge:

Namun saat kulewati mimpi…. Terhempasku kehilangan arah

Dan coba aku pahami…. Lintasan takdir yang harus kulalui

Reff:

Terdiam ku sejenak

tak dapat menatap utuh cerminan diriku

Terjerat mimpi kosong

sesaat menghilang tinggalkan pahit ku

Detak-detak…, saat galau kian melanda sisakan awan tebal

Mengharap tak tersingkap

Detak-detak…, bila mata mulai mengalir terpendam sesal diri

Merasa tanpa arti

Detak-detak…, terasa kian terlambat gundah tuk bergegas

Memaaf atas dosa

Detak-detak…, dan tiba sebuah harapan akankah ia sirna

Tertelan mimpi lagi

(back to bridge, reff)2X

Oo oo.. oo.. o.. o… (back to Reff.)

Detak-detak…, tiba diujung hari berharap masih ada

Sisakan sedikit harap

Detak-detak…, nafas mulai merenggang memaksa tuk berhenti

Tinggalkan sesal diri

Tentang seorang kawan: Sebuah renungan tentang ketergantungan dan masa sulit

Pelangi- lagu jadoel gw

Pelangi

Hujan… berhenti

Bawa pergi semua mimpi yang kuharap tak kembali

Cerah…nya pagi

Membakar nafasku hari ini bersama smangat yang ku harapkan

Indah…nya hari

Kuharap akan kembali pulihkan detak-detak hidup ku

Mekar… kembali

Semangat ku yang pernah mati bangkit kembali bersama pelangi

[*]

Takdir hidupku membawaku arungi langit-langit mimpiku

Membawa diriku tuk tepati janji hatiku

Bersama indah-Mu kutemukan harapan kembali

Yang tlah lama kucari

Gelap… yang pergi

Berganti angan yang cerah bersama inspirasi

Sirna… dan pergi

Teror angan yang tak pasti mengekang aku disini

Kini… kurasakan

Melayang bebas langkahku songsong hari cerah bersama pelangi

[#]

Menatap kembali langit yang kuhadapi

Semua kelam bersama sepi kini hanyut dan pergi

Dan datang mentari bawa cahaya kembali

Terangi jalur yang kulalui menuntunku singkap semua misteri

Surat cinta untuk bidadari – sebuah refleksi

Bidadari

Bagiku setiap bidadari punya seribu sayap warna warni……..

Setiap sayapnya dengan indah menari…. Memberi rona bagi setiap diri….

Bidadari…. Terlalu sayang kau biarkan sinarmu disini

datang menghampiri… menghanyutkan ku dalam mimpi…

padahal begitu banyak hati yang butuh kau temui…

agar mereka ikut bersinar dengan kilau indah mu yang bak mentari…..

wahai bidadari….. bukan aku menafikan mu…. menolakmu….

apalagi mengingkari keindahan mu…..

tapi diri ini tampaknya tidak cukup pantas untuk berharap padamu…..

ada seribu bidadari menungguku disurgaNya…..

Bukankah aku telah membuang waktuku jika ku berharap padamu…..

Padahal Harapku lebih pantas ku berikan Padanya….

Sang Pempunya yang tak akan Terpunya……

Masihkah dirimu cukup pantas untuk mengalahkan mereka…..

hiasan Intan Permata surga? Yang Ia sebutkan bersemayam dalam Khiyam-Khiyam….

Yang tidak pernah tersentuh Insan sebelumnya…. ataupun Bangsa Jaan…..

Bidadari…. sebaiknya kita akhiri Chatting kita disini…..

Biar waktu Yang buktikan….. Akankah bidadari surga Iri dan Cemburu padamu….

[Hih…. puisi paling narsis, geer, dan kePeDean dari gw……, emg bakal masuk surga gituh?? Semoga aku masih cukup Pantas….. Cieee….. Amien…..]