Lagi jarang posting bukan berarti jarang nulis. Nu…

Lagi jarang posting bukan berarti jarang nulis. Nulis sih lumayan sering tapi bukan tulisan yang pas buat diposting, jadi nganggur deh.
terakhir hari ini. Sebenarnya mau ngepost tulisan bulan kemarin yang isinya tentang review saya belajar web-development. topik fokusnya adalah belajar javascript, yang akhirnya menghasilkan sedikit tulisan yang merupakan ringkasan terjemahan dari salah satu e-book gratisan di web. Judul buku sumbernya adalah “Voodoo Intro to Javascript“. Ntar kapan-kapan di uplot lah.
Ngomong-ngomong soal ebook, ironis juga negeri saya ini. Nyari ebook berbahasa indonesia itu sulit bukan main. Ada sih, paling dari infokomputer, selain itu paling adanya di website-website jijay yang menawarkan paket ebook dengan harga ratusan ribu. Padahal Allah gak pernah memasang harga untuk ilmunya. Sedikit mensetting pikiran saya menjadi paranoid, saya sempet berpikir kalo mereka-mereka ini bagian dari konspirasi internasional yang ingin membuat bangsa ini bodoh terus. Hal ini diidikasikan oleh beberapa kalangan, seperti buku yang pernah saya baca.. “singapura: basis israel diasia tenggara” yang menyebutkan bahwa, 2015 direncanakan Indonesia tidak akan ada lagi.
benar-benar sangat mengherankan, dengan banyaknya software bajakan di negeri ini ternyata tidak membuat kita tambah kreatif. padahal membuat file pdf itu hanya cukup beberapa klik saja. Ditambah lagi sebenarnya di negeri ini banyak sekali penulis bagus, ada ratusan blog yang saya kunjungi isinya sangat padat dan rutin. Berbobot lagi…. Hanya beredar di blog, milis dan forum saja sayangnya.
Saya jadi lumayan gregetan dengan hal ini, dan sempat terpikir untuk mulai menulis Online book atau Ebook dengan format pdf atau chm. salah satu proyek coba-cobanya adalah tulisan diatas, walau cuma sekitar 3 halaman. Kedepannya semoga bertambah, dan bisa diakses siapapun orang indonesia yang ingin belajar.

Mau tau update blog ini via email? Masukin email Kmu disini: Delivered by FeedBurner

internet marketing

Selamat tinggal FS Blog

Akhirnya gw putusin untuk gak make FS blog lagi buat Blog utama gw.
Gw udah dapet soulmate yang pas yang bisa jadi "sarang curhat", aktualisasi ide, sekaligus laboratorium web programming gw. Semua itu jelas gak ada di friendster. Maka dari itu mulai sekarang postingan gw akan semuanya ada di: http://ardee-rao.blogspot.com.

Tentang INNOVAbookshop

Assalamualaikum……
INNOVA BOOKSHOP adalah sebuah virtual bookshop pertama di lingkungan kampus. Secara konsep Toko buku ini sebenarnya telah ada sejak akhir pertengahan 2006, hanya saja untuk operasional akan dibuka pada awal tahun ajaran baru 2007-2008. Pada saat ini jaringan INNOVA BOOKSHOP masih terbatas di lingkungan ITB namun tidak tertutup kemungkinan pada akhir 2007 ini akan segera dibuka cabang di beberapa kampus di Bandung.
Visi yang diusung INNOVA BOOKSHOP adalah meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat kampus dengan menyediakan buku bermutu secara praktis dan mudah. Untuk itu kami menggunakan sistem pesan-antar dengan pemesanan melalui SMS. Buku yang dipesan akan diantar ke tempat-tempat tertentu didalam kampus yang mudah dijangkau oleh si pemesan. Disamping itu kami juga memberikan diskon menarik yang berkisar antara 10-15 % pada setiap pembelian.
Kami juga memberikan fasilitas membership dengan tambahan fasilitas yang menarik bagi mereka-mereka para penggemar buku. Fasilitas membership ini tanpa biaya, cukup melakukan pembelian senilai Rp.75.000,- (tanpa diskon, berlaku akumulasi) maka otomatis menjadi member. Fasilitas yang diberikan antara lain diskon antara 15-25%, keanggotaan dalam Klub baca INNOVA (forum dan web), Info update buku terbaru melalui SMS/email, fasilitas khusus dalam event-event yang di selenggarakan INNOVAbookshop (bedah buku, seminar, pameran, workshop).

Info lebih lanjut bisa diajukan melalui No. 085624878208, email : delcardino@yahoo.com atau melalui shoutbox di blog ini.

Nemu nih, ada permainan keren!! thanks to DHTMLgoodies.

Nemu maenan online untuk ditaro di website pribadi kita. bagus, patut dicoba, langsung di copy paste aja source scriptnya di: http://www.dhtmlgoodies.com/scripts/minesweeper/minesweeper.html
klo gak ngerti caranya, klik kanan, trus klik “view page source” abis itu tinggal ambil aja scriptnya, yang di dalem tag body ditaro di dalem body, klo yang ditaro di head ditaronya di head juga. kata pengelola situsnya silakan pake aja, asal tetep nyebutin asalnya (http://www.dhtmlgoodies.com/).

<embed src=”http://www.dhtmlgoodies.com/scripts/minesweeper/minesweeper.html”>

Mau tau update blog ini via email? Masukin email Kmu disini:

Delivered by FeedBurner

internet marketing

Situs Komunitas Bisnis Pemula

Situs Komunitas Bisnis Pemula

[Markaz, 6 Juni 2007; “Gw butuh web-programmer nih…”]

Beberapa hari ini perhatian saya sedang ‘agak’ terfokus (karena lebih sering gak fokusnya) pada beberapa hal, utak-atik javascript untuk peningkatan performa blog, pusing pilih-pilih blog-provider yang paling cocok dengan kebutuhan dan selera saya, ide mem-buku-isasi blog saya menjadi autobiografi 25 tahun kehidupan saya, mikirin perbaikan proposal bisnis-plan dan tagihan desain batik. Yah, kalo dipikir-pikir jadinya emang gak fokus, walo pun pengennya bisa fokus. Agak ‘gatel’ ngliat peluang-peluang yang muncul saya temui, dan kayaknya melepaskan ato ngerelain beberapa sepertinya gak masuk opsi saya. Jadi, kayaknya mau coba dimaksimalin aja semuanya, sambil tetep ngukur-ngukur mana yang emang layak dikejar mana yang harus ditunda.

Kita sering mendengar ada yang membanding-bandingkan antara orang yang bekerja sebagai karyawan dengan orang yang membuka lapangan pekerjaan baru dengan berbisnis. Sebagian orang berpendapat bahwa menjadi pengusaha lebih baik dari pada karyawan, sebagian yang lain menganggap menjadi karyawan merupakan jalan yang lebih aman untuk memperoleh pencaharian. Apapun alasannya kedua pilihan tadi mungkin kurang lebih sama baiknya, masing-masing memiliki plus minus tersendiri. Karena tidak lantas dengan memilih menjadi pengusaha, seseorang menjadi sukses. Seseorang yang menjadi karyawan pun belum tentu aman dari ancaman PHK, karena bisa saja perusahaan tempatnya bekerja tiba-tiba bangkrut.

Campus-preneur dan Jatuh Bangun Bisnis

Satu hal yang saya yakin dapat kita sepakati adalah bahwa memulai bisnis bukan suatu perkara gampang. Jatuh bangun dalam menyusun tangga kesuksesan adalah suatu hal biasa dan wajar. Karena itulah, begitu banyak orang yang menyerah dari bisnis yang ia mulai karena kalah mental dalam menghadapi persaingan yang ada. Tetapi diluar fenomena itu tak jarang pula yang ‘membandel’ menghadapi kegagalan kemudian mencoba jalur yang lain sehingga akhirnya dapat survive. Ternyata tidak hanya diluar kampus saja persaingan untuk survive dalam bisnis ini ada, bahkan mahasiswa hingga dosen pun tertarik untuk berbisnis.

Jika kita lihat fenomena yang cukup dekat dengan lingkungan kampus sendiri, bisa jadi hal tersebut begitu mudah kita temui. Mungkin saat kita masih berkutat dengan tugas kuliah dan praktikum ternyata teman kita justru pusing dengan businessplan-nya. Mungkin pula ada dosen kita yang membuat kita terkagum-kagum dengan home industry yang dikembangkannya, atau sebaliknya membuat jengkel karena berproyek-ria dan membuat kuliah terbengkalai. Atau jangan-jangan malah kita sendiri yang ternyata tertarik untuk mulai mengelola bisnis. Fenomena ketertarikan tersebut makin marak dan mewabah seiring banyaknya lomba bertajuk “entrepreneur challenge” yang ditujukan bagi mahasiswa seperti IEC, SYEC, PKM, dll.

Tentunya hal diatas merupakan hal yang menggembirakan. Ditengah masih terpuruknya perekonomian negeri kita dan tingginya tingkat korupsi di Indonesia perkembangan calon-calon pengusaha baru merupakan titik terang munculnya lapangan kerja baru. Hal ini jika dikelola dengan baik akan berdampak baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat seiring menurunnya tingkat pengangguran dinegeri ini. Disamping itu berkembangnya entrepreneurship sejak di lingkungan kampus berpotensi untuk memacu semangat berwirausaha pada strata masyarakat lainnya. Layaklah kiranya bagi kita untuk optimis bahwa negeri kita dapat bangkit dari keterpurukan yang kita alami sekarang.

Akselerasi perkembangan bisnis baru melalui situs komunitas

Salah satu cara untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur-entrepreneur baru adalah dengan menyatukan calon-calon pengusaha dengan pengusaha yang telah mapan. Dengan begitu maka terjadi proses transfer nilai dan etos berusaha dari pelaku yang telah sukses ke para pemula. Hal ini menjadikan proses “belajar dari nol” yang dilakukan para pengusaha baru itu berlangsung lebih cepat. Selain itu peluang kerjasama antar pebisnis-pebisnis tersebut terbuka lebar, sehingga secara otomatis terbentuk suatu jaringan perekonomian yang kuat dan saling menguatkan.

Salah satu contoh yang mudah mungkin Liqo’at bisnis yang beberapa bulan lalu sempat terdengar diantaranya di Bandung sendiri. Melalui pertemuan-pertemuan pengajian ini, pebisnis-pebisnis muslim baru dapat membangun jaringan bisnisnya dengan kedekatan kekeluargaan yang terbangun antar anggotanya plus peningkatan spiritualitas mereka. Komunitas-komunitas ini sangat membantu bagi para pemula karena ada saudara-saudara baru yang siap membantu mereka dengan dasar landasan yang kuat, yaitu landasan kesamaan aqidah.

Secara tidak terduga tercetus gagasan untuk membuat situs komunitas yang dapat menyatukan para wirausahawan pemula, orang yang tertarik untuk mengenal kewirausahaan dan pengusaha mapan yang telah sukses dibidangnya. Awalnya ide ini muncul dari masalah sederhana, keinginan untuk belajar membuat business plan. Hal tadi ditambah ketertarikan terhadap bidang web-development membuat saya kemudian terpikir untuk mengembangkan suatu layanan pembuatan business plan secara On-line. Ide ini kemudian berkembang lebih jauh menjadi situs komunitas, karena saya pikir sekedar bisa membuat business plan saja tidak cukup. Terpikirkan untuk membuat suatu wahana yang memfasilitasi konsultasi seputar memulai bisnis, tempat bertukar info mengenai peluang yang ada, dan jaringan bisnis yang dapat menyatukan pebisnis baru dari seluruh nusantara.

Saya melihat ide ini berprospek untuk dikembangkan, terutama untuk mempercepat pertumbuhan usaha baru di Indonesia. Jika melihat perkembangan yang begitu pesat dari situs komunitas seperti friendster, multiply serta blog seperti blogger dan wordpress tentunya situs komunitas bisnis pemula ini memiliki prospek yang sangat baik.

[ bersambung!! “Berhubung tiba-tiba kamil curhat soal tugas bisnisplan Maninovnya, maka buyar sudah ide lainnya….” dilanjutkan lain waktu, tapi insya Allah, proyek ini sedang disusun blueprintnya….. tinggal nyari temen, terutama yang ahli soal PHP, My SQL, dan Javascript…..]

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

wealthtoolbox- How It Work?

Ini saya dapet disalah satu anggota muslim, Memberikan $100 hanya dengan mendaftar. The questions are, how it paid? How the sites work? Percaya gak percaya sih, tapi bagi yang berniat mencoba silakan aja datengin websitenya, “http://www.wealthtoolbox.com/“.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

It’s Free…?

It’s Free…?

“……

A new breakthrough secret is all you now need in order to get your Google AdWordspay-per-clicks FREE!

A gentleman from
New York discovered what he calls an “oversight” on the part of 99.9% of all
marketers that allows him to get otherwise paid-for advertising at Google as well as all othersearch engines that allow sponsored ads.

And no, nothing about his “secret” is illegal – nor does it require that you know someone onthe “inside” at Google, Yahoo, MSN, Overture and others.

Instead, the New Yorker boasts proudly “…this is something that I caught onto just before 2000when there was so much search engine craze running around, and started doing small just totest things at first … but which I later expanded on after getting the hang of it.” …….”

Katanya sih untuk mendaftar di situs iklan AdWord-nya google butuh bayar….. tapi sekarang gratisan. Kayaknya mau dicoba….. buat rekan-rekan yang baca harap hati-hati…. silakan coba aja…. namanya juga cari duit. Kadang ada oppurtunities yang emang prospektif tapi ada juga yang cuma keliatan prospektif…..

Kalo yang saya kutip diatas belum saya coba…. tapi mungkin akan saya coba….. hasilnya, ntar langsung di share aja kabarnya kali ya….

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Masak itu gak pake Rumus

Masak itu gak pake Rumus

[Markaz, 29 Mei 2007; “Akhirnya ujiannya lancar”]

Lanjutannya masak-memasak….

Ngomong-ngomong soal resep, seperti saya sebutkan sebelumnya tergantung dari si pembuatnya. Karena selera tiap orang berbeda-beda, termasuk juga si juru masak. Sedikit banyak selera si pemasak ikut menentukan mau kemana citarasa dari masakannya. Tetapi kalo konteksnya profesional, maka juru masak yang baik adalah yang bisa memenuhi hasrat penikmat masakannya. Ia harus pandai mengira-ngira kesukaan dari konsumennya tersebut. Dan untuk skala besar, ia harus bisa membuat masakannya untuk tetap punya cita rasa khas tetapi bisa diterima semua lidah.

Aku sendiri sebenarnya sudah beberapa kali punya kreasi yang cukup berhasil. Walau begitu, karena status ku koki amatiran maka kemungkinan aku gak bisa lagi mengulang racikanku dengan rasa yang sama persis. Biasanya aku coba untuk mencatat formulasinya, sayangnya sekarang kebanyakan telah hilang entah kemana. Sebenarnya gak terlalu masalah, karena bagai manapun dalam memasak yang bekerja adalah feeling. Aku masih bisa mengingat-ingat bahan apa saja yang aku pakai. Tinggal masalah mengira-ngira seberapa banyak dan bagaimana bahan itu dimasukkan.

Aku akan cerita sedikit tentang masakan ku. Salah satu eksperimen yang ku pikir tidak terlalu sulit tapi rasanya lumayan adalah mie goreng bumbu gulai. Karena menggunakan bumbu gulai bubuk sehingga tidak perlu meracik rempah-rempah yang terlalu sulit. Tetapi jangan dikira begitu simpel. Mie goreng ini bukan menggunakan mie instan, tetapi mie telur yang diseduh. Otomatis tidak ada bumbu instan yang tinggal masuk. Bumbu lain yang kugunakan adalah bawang putih, dan kaldu ayam instan. Cara memasaknya benar-benar digoreng, setelah bumbu ditumis, mienya dimasukkan, tambah garam dan kecap.

Waktu itu aku akan berangkat kuliah lapangan, masaknya jam 3 pagi. Karena sebenarnya untuk makan siang dan sarapan, aku coba makan sebagiannya. Tapi karena enaknya aku nambah lagi, lagi, dan lagi. Akhirnya tanggung, kuhabiskan saja dan jadinya aku malah gak jadi bawa bekal.

Kalau percobaan yang cukup rumit mungkin macaroni schotel. Yang karena gak ada oven, aku memasaknya menggunakan rice cooker (agak sedikit ditim/steam). Beberapa bahan yang digunakan diresep pun aku ganti/subtitusi. Dan siapa sangka “kelinci percobaan” ku ternyata kepala gamais (Aji) yang kebetulan datang ke Markaz. Untungnya rasanya enak walaupun bentuknya kurang padat sehingga amburadul.

Kalo masakan paling berkesan mungkin saat di asrama turki, tempatnya si kamil. Saat itu masih ada daging berkilo-kilo sisa kurban, karena di sekolah Pribadi jumlah kurban berpuluh-puluh sapi. Hari itu rencananya adalah bakar-bakar sate dengan beberapa undangan, semuanya ITB. Karena dagingnya kelewat banyak dan penuh urat dan lemak maka akhirnya tidak semuanya disate. Kamil minta bantuan ku untuk masak buat anak-anak. Akhirnya kuputuskan membuat gulai. Karena dagingnya alot bukan main, prediksiku untuk bisa dipotong kecil-kecil daging itu harus di rebus. Sekalian mengambil kaldunya untuk gulai. Ternyata benar, setelah direbus daging jadi sangat mudah dipotong.

Untuk bumbu, biar gak repot kusuruh kamil membeli santan kotak dan bumbu gulai instan. Bumbu lainnya kumasukkan bawang merah, bawang bombay, tomat. Aku sedikit modifikasi resep gulainya dengan memasak daging terpisah dengan kuah. Daging kubumbui manis dengan kecap, dimasak dengan 1/3 kaldu bersama bawang, merica dan tomat hingga kuahnya habis.

Menurut teori nenekku, dengan begitu bumbu manis tersebut (sebenarnya bumbu semur) akan meresap kedaging dengan sempurna. Sedangkan kuah yang kubuat menjadi kuah gulai akan memiliki rasa pedas-spicy. Perpaduan rasa ini yang aku kejar sebenarnya. Manis didaging dikombinasi rasa pedas rempah di kuah yang agak kental menghasilkan rasa yang agak berbeda dengan gulai umumnya. Hasilnya? Gulai itu ludes, dan justru agak sedikit kekurangan karena tamunya cukup banyak. Syukurlah, percobaan yang berhasil.

Itulah sedikit tentang petualangan memasakku…. percobaan terakhirku, aku membuat biskuit goreng. Adonannya tadinya kupikir akan jadi adonan mie telur, tapi justru dengan digoreng jadi mirip biskuit crackers. Sayangnya hasil gorengannya sangat terpengaruh panasnya minyak. Jadinya hasilnya sering agak gosong. Tetapi anak-anak juga suka dan ikut makan kok…. so, cukup berhasil ternyata.

[Five for Fighting: “100 years”, ON]

Wassalam….

Sunset’s Admirer

Masak itu gak pake Rumus

Masak itu gak pake Rumus

[Markaz, 29 Mei 2007; “Akhirnya ujiannya lancar”]

 

Lanjutannya masak-memasak….

Ngomong-ngomong soal resep, seperti saya sebutkan sebelumnya tergantung dari si pembuatnya. Karena selera tiap orang berbeda-beda, termasuk juga si juru masak. Sedikit banyak selera si pemasak ikut menentukan mau kemana citarasa dari masakannya. Tetapi kalo konteksnya profesional, maka juru masak yang baik adalah yang bisa memenuhi hasrat penikmat masakannya. Ia harus pandai mengira-ngira kesukaan dari konsumennya tersebut. Dan untuk skala besar, ia harus bisa membuat masakannya untuk tetap punya cita rasa khas tetapi bisa diterima semua lidah.

Aku sendiri sebenarnya sudah beberapa kali punya kreasi yang cukup berhasil. Walau begitu, karena status ku koki amatiran maka kemungkinan aku gak bisa lagi mengulang racikanku dengan rasa yang sama persis. Biasanya aku coba untuk mencatat formulasinya, sayangnya sekarang kebanyakan
telah hilang entah kemana. Sebenarnya gak terlalu masalah, karena bagai manapun dalam memasak yang bekerja adalah feeling. Aku masih bisa mengingat-ingat bahan apa saja yang aku pakai. Tinggal masalah mengira-ngira seberapa banyak dan bagaimana bahan itu dimasukkan.

Aku akan cerita sedikit tentang masakan ku. Salah satu eksperimen yang ku pikir tidak terlalu sulit tapi rasanya lumayan adalah mie goreng bumbu gulai. Karena menggunakan bumbu gulai bubuk sehingga tidak perlu meracik rempah-rempah yang terlalu sulit. Tetapi jangan dikira begitu simpel. Mie goreng ini bukan menggunakan mie instan, tetapi mie telur yang diseduh. Otomatis tidak ada bumbu instan yang tinggal masuk. Bumbu lain yang kugunakan adalah bawang putih, dan kaldu ayam instan. Cara memasaknya benar-benar digoreng, setelah bumbu ditumis, mienya dimasukkan, tambah garam dan kecap.

Waktu itu aku akan berangkat kuliah lapangan, masaknya jam 3 pagi. Karena sebenarnya untuk makan siang dan sarapan, aku coba makan sebagiannya. Tapi karena enaknya aku nambah lagi, lagi, dan lagi. Akhirnya tanggung, kuhabiskan saja dan jadinya aku malah gak jadi bawa bekal.

Kalau percobaan yang cukup rumit mungkin macaroni schotel. Yang karena gak ada oven, aku memasaknya menggunakan rice cooker (agak sedikit ditim/steam). Beberapa bahan yang digunakan diresep pun aku ganti/subtitusi. Dan siapa sangka “kelinci percobaan” ku ternyata kepala gamais (Aji) yang kebetulan datang ke Markaz. Untungnya rasanya enak walaupun bentuknya kurang padat sehingga amburadul.

Kalo masakan paling berkesan mungkin saat di
asrama turki, tempatnya si kamil. Saat itu masih ada daging berkilo-kilo sisa kurban, karena di sekolah Pribadi jumlah kurban berpuluh-puluh sapi. Hari itu rencananya adalah bakar-bakar sate dengan beberapa undangan, semuanya ITB.

Karena dagingnya kelewat banyak dan penuh urat dan lemak maka akhirnya tidak semuanya disate. Kamil minta bantuanku untuk masak buat anak-anak. Akhirnya kuputuskan membuat gulai. Karena dagingnya alot bukan main, prediksiku untuk bisa dipotong kecil-kecil daging itu harus di rebus. Sekalian mengambil kaldunya untuk gulai. Ternyata benar, setelah direbus daging jadi sangat mudah dipotong.

Untuk bumbu, biar gak repot kusuruh kamil membeli santan kotak dan bumbu gulai instan. Bumbu lainnya kumasukkan bawang merah, bawang bombay, tomat. Aku sedikit modifikasi resep gulainya dengan memasak daging terpisah dengan kuah. Daging kubumbui manis dengan kecap, dimasak dengan 1/3 kaldu bersama bawang, merica dan tomat hingga kuahnya habis.

Menurut teori nenekku, dengan begitu bumbu manis tersebut (sebenarnya bumbu semur) akan meresap kedaging dengan sempurna. Sedangkan kuah yang kubuat menjadi kuah gulai akan memiliki rasa pedas-spicy. Perpaduan rasa ini yang aku kejar sebenarnya.
Manis didaging dikombinasi rasa pedas rempah di kuah yang agak kental menghasilkan rasa yang agak berbeda dengan gulai umumnya. Hasilnya? Gulai itu ludes, dan justru agak sedikit kekurangan karena tamunya cukup banyak. Syukurlah, percobaan yang berhasil.

Itulah sedikit tentang petualangan memasakku…

Percobaan terakhirku, aku membuat biskuit goreng. Adonannya tadinya kupikir akan jadi adonan mie telur, tapi justru dengan digoreng jadi mirip biskuit crackers. Sayangnya hasil gorengannya sangat terpengaruh panasnya minyak.Jadinya hasilnya sering agak gosong. Tetapi anak-anak juga suka dan ikut makan kok…. so, cukup berhasil ternyata.

 

[Five for Fighting: “100 years”, ON]

Wassalam….

Sunset’s Admirer

Just another Ardian Perdana Putra: Muda, Berkarya, Melayani site