aku gak tau mau ngomong apa.
yang pasti aku bingung.
lagi ngak pengen nulis neeh…..
Category Archives: Uncategorized
aduh telat…..
udah beberapa minggu gak ngisi blog ini karena gaada internet gratisan di salaman maupun himpunan.
akhir tahun ini ternyata musibah datang, sebagai bagian dari rencana tuhan terhadap hambanya. dasar orang yang nggak peka, dua hari setelah kejadian baru mikir:”waduh, sodara di lhokseumawe, gimana kabarnya ya…?”, sehari berikutnya baru ikut nimbrung dikabinet, bantu-bantu ngegalang dana.
gua ucapkan salut deh kepada rekan2 PSIK yang keliatan lebih konkret untuk menginisiasi koordinasi pengumpulan bantuan untuk aceh, dan jga anak UKA, semoga diberi ketabahan dalam mnghadapi kehilangan sanak famili yang dirasakan.
***
sehari di sekre, eh… besoknya disuruh berangkat kejakarta. nganter bantuan ke markas TNI-AL. ternyata disana udah penuh euy. jadi dialihin ke KOARMABAR. kalo dilihat sih, kita seperti biasa tidak terkoordinir. kendala yang terjadi sumbangan banyak ynag datang, tanpa ada yang bisa meneruskannya ke yang berhak. abis gimana dong coy…. TNI-AL gak jelas gitu kerjanya…….
aduh telat…..
udah beberapa minggu gak ngisi blog ini karena gaada internet gratisan di salaman maupun himpunan.
akhir tahun ini ternyata musibah datang, sebagai bagian dari rencana tuhan terhadap hambanya. dasar orang yang nggak peka, dua hari setelah kejadian baru mikir:”waduh, sodara di lhokseumawe, gimana kabarnya ya…?”, sehari berikutnya baru ikut nimbrung dikabinet, bantu-bantu ngegalang dana.
gua ucapkan salut deh kepada rekan2 PSIK yang keliatan lebih konkret untuk menginisiasi koordinasi pengumpulan bantuan untuk aceh, dan jga anak UKA, semoga diberi ketabahan dalam mnghadapi kehilangan sanak famili yang dirasakan.
***
sehari di sekre, eh… besoknya disuruh berangkat kejakarta. nganter bantuan ke markas TNI-AL. ternyata disana udah penuh euy. jadi dialihin ke KOARMABAR. kalo dilihat sih, kita seperti biasa tidak terkoordinir. kendala yang terjadi sumbangan banyak ynag datang, tanpa ada yang bisa meneruskannya ke yang berhak. abis gimana dong coy…. TNI-AL gak jelas gitu kerjanya…….
tentang ketuhanan
Apa yang rumit dari konsep agama?
mengapa ada saja topik untuk memperdebatkan agama?
dari antar sesama satu agama karena beda pemahaman dan penafsiran, hingga antar agama menyoal ketuhanan bahkan percintaan.
Tadi pagi saya merenung, kemudian tiba tiba saja muncul suatu kalimat dibenak saya. “agama dibangun secara egosentris dengan tuhan sebagai pusatnya. tak ada kata kompromi dalam dogma agama, karena harus kita yakini tuhan dengan segala kesempurnaannya pasti sangat paham dengan “hasil rancangannya” dan apa yang digariskan sebagai “rule” bagi si ciptaan itu (bahasa populernya sunnatullah). Saat kita percaya tuhan, maka tak ada pilihan lain selain mengikuti setiap dogma agama.
oleh karena itu saya pikir sangat tidak masuk akal soal memandang konsep agama secara liberal apalagi MENGGUGAT agama. punya hak apa manusia mempertanyakan relevansi hukum yang ditetapkan si pencipta dirinya. bukankah cukup ” Laa yukallifullaha illa wus’aha”?
memaknai lebaran dan ramadhan
beberapa waktu lalu saya mendengarkan sebuah obrolan tentang hakikat ramadhan. si narasumber mengungkapkan tentang kesalahkaprahan orang indonesia dalam memaknai kata idul fitri, yang dinyatakan sebagai “hari kembali ke fitrah/kesucian”.
fitri atau fitr dalam ejaan arab yang benar memiliki relasi makna yang sama dengan “ifthor” yang berarti berbuka. sebenarnya idul fitri berdasarkan pemaknaan tersebut adalah “momen mulainya orang muslim “berbuka”, setelah sebulan penuh wajib berpuasa”. jadi sebenarnya kurang tepat kalau “ujug-ujug” setelah puasa kita merasa terbebas dan merasa selama sebulan ini kita telah melewati “pencucian dosa” salah jika kemudian kita menganggap setelah ramadhan kita kembali suci…. bayangkan jika kemudian anggapan kita terhadap ramadhan seperti itu, maka seakan-akan ramadhan adalah sebuah prosesi pembaptisan dong…. Padahal kita tahu bahwa kita tidak mengenal model pencucian dosa macam itu…
dalam ajaran islam yang agung nilai baik-buruk suatu amal merupakan konsekuensi dari apa yang kita perbuat. “ajr”/ganjaran yang kita dapat di akhirat merupakan akumulasi amal kita di dunia. jadi sebenarnya tidak relevan anggapan dosa kita terbayar kontan di akhir ramadhan…
ada hakikat yang lebih dalam dari diistimewakannya ramadhan dibandingkan bulan lainnya.
setidaknya itu menurut saya, ramadhan merupakan starting sekaligus ending point dari evaluasi amal kita seumur hidup. jadi, ramadhan itu ibaratnya adalah sesuatu yang wajib dipersiapkan sepanjang tahun. 11 bulan, kita gunakan untuk mempersiapkan performa amal ibadah terbaik kita di bulan yang istimewa itu.
lalu kita jalani ramadhan, dan sudah sepatutnya kita selalu niatkan ramadhan yang akan kita lewati saat ini adalah momen hijrah kita dalam menjadi figur pribadi seorang hamba, dan makhluk sosial yang lebih baik setelah ramadhan. dan saat iedul fitri menjelang, saat itulah kita sepatutnya meng evaluasi diri, apa yang masih kurang dari ramadhan saya tahun ini, semakin baikkah atau semakin buruk? ramadhan adalah cerminan seperti apa sebenarnya diri kita setahun ini.
dan itulah yang harus kita benahi sejak lebaran hingga ramadhan kembali menjelang.
saya pikir itulah mengapa adanya amalan sunnah i’tikaf di sepertiga akhir ramadan, dan mengapa sepuluh hari terakhir tersebut begitu istimewa… karena itulah momen kontemplasi dan puncak perenungan terhadap hakikat diri sebagai hamba diharapkan untuk kita lewati…..
nb: apa yang saya tulis tak lebih adalah bentuk penyesalan terhadap amal ramadhan saya tahun ini yang amasih sangat buruk…..
disertai doa…. ya.. allah izinkan aku bertemu kembali dengan ramadhan… walau hanya sekali…. dan jadikanlah ramadan yang akan datang selalu menjadi ramadhan terbaikku…. ya… allah syahidkan aku dibulan ramadhan…
eS eM eS iedul fitri
Ini adalah beberapa SMS lebaran dan jawaban-jawaban dari beberapa teman.
(sayangnya beberapa keapus)
teh Nova:
asslm. dg izin allah akhirnya sms ini bs tkirim tuk sampaikan MAAF LAHIR BAThIN. taqabbalallahu minna wa minkum:)
teh ELMA:
awal ramadhan…:
Bismillah.. dengan harapan memulai Ramadhan dgnhati suci&mgkn sj ini ksempatan terakhirku dlm hdp, maka dgn sgala kerendahan hati aku mhn maaf untuk sgl ksalahan 🙂
hari lebaran….:
alhamdulillah.maafkanJgSemuaSlhKu,agarTenangHtIniKtkMenghadap4JJ1.Kmrn aku milad ke 21,mhn doanya agar bs lbh “+”dlm mengoptimalkan sisa umur. smg km tumbuh lbh “+”dr sekedar presiden:)
teh dewi:
taqabbalallahu minna wa minkum,I ask allah 2 guide u on the right way and make u strong to keep go on till a heaven on your arms
tgl 21″oleh2 party”j8 Dbiotr-maafin DW ya.
teh sri:
atas tak tjgnya lisan,tak amanah thdp janji, prasangka yang tak terungkapkhlf yang dilakukan mhn maaf lhr batin. taqabbalallahu minna wa minkum.kullu aamin wa antum bikhair#sri
Haldi:
utk ucapanku yag tak santun,hatiku yg tak tjaga&semua kekhilafan saya,mhn diikhlaskan zahir & bathin.taqabbalallahu minna wa minkum.jgn lupa kuenya:)
-haldi-
Through this..Ihope you to fogive for all my vault n mistakes. taqabbalallahu minna waminkum.happy idulfitri 1425H
>dadan
>GL ’04
AKU NGGA SUKA BACA, TRUS SO WHAT GITU LOH…!!
Ahh…. sering banget ada yang meremehkan kemampuan seseorang hanya garagara dia tidak suka baca. apa iya orang banyak baca buku, otomatis pengetahuannya lebih luas? saya pikir dalam sesuatu yang namanya membaca itu, mutlak diperlukan sebuah rule of game. hah…. apaan tuh maksudnya….?? jadi begini…. penulis buku saya yakin pasti memiliki latar belakang wawasan yang memadai tentang sesuatu yang ia tulis. masalahnya apa iya yang dia tulis itu beban-benar bisa di implementasikan dalam kondisi kita. dalam sebuah buku anda akan mendapat wawasan tapi tidak untuk sbuah solusi.
yang tahu solusi masalah anda adalah anda sendiri. buku hanya akan menyediakan source buat anda berpikir dan menyusun ide bagi pemecahan masalah. saya pikir dengan anda terlalu berpatokan pada apa yang ditulis buku, sesungguhnya anda tidak sedang mengalami proses pembelajaran. yang ada anda sedang terdoktrin oleh si penulis dengan seluruh isi kepala sang penulis.
saya sepakat dengan komentar seorang teman : membaca perasaan, membaca lingkungan, membaca masyarakat….. saya pikir itulah hakikat membaca yang sebenarnya mesti ada agar anda memperoleh sesuatu dari “membaca”.
AKU NGGA SUKA BACA, TRUS SO WHAT GITU LOH…!!
Ahh…. sering banget ada yang meremehkan kemampuan seseorang hanya garagara dia tidak suka baca. apa iya orang banyak baca buku, otomatis pengetahuannya lebih luas? saya pikir dalam sesuatu yang namanya membaca itu, mutlak diperlukan sebuah rule of game. hah…. apaan tuh maksudnya….?? jadi begini…. penulis buku saya yakin pasti memiliki latar belakang wawasan yang memadai tentang sesuatu yang ia tulis. masalahnya apa iya yang dia tulis itu beban-benar bisa di implementasikan dalam kondisi kita. dalam sebuah buku anda akan mendapat wawasan tapi tidak untuk sbuah solusi.
yang tahu solusi masalah anda adalah anda sendiri. buku hanya akan menyediakan source buat anda berpikir dan menyusun ide bagi pemecahan masalah. saya pikir dengan anda terlalu berpatokan pada apa yang ditulis buku, sesungguhnya anda tidak sedang mengalami proses pembelajaran. yang ada anda sedang terdoktrin oleh si penulis dengan seluruh isi kepala sang penulis.
saya sepakat dengan komentar seorang teman : membaca perasaan, membaca lingkungan, membaca masyarakat….. saya pikir itulah hakikat membaca yang sebenarnya mesti ada agar anda memperoleh sesuatu dari “membaca”.
Surat permohonan maaf
waduh cara penulisan beberapa artikel (eh… salah)curhat terakhir saya agak berantakan karena dibuat dengan setengah hati.
jadi ngerasa bersalah kalo kelamaan gak bikin tulisan diblog. abis, gimana ya…? ada atau nggak yang baca, ini adalah blog pertama saya.bukannya mo kampanye, tapi ini latihan pengkonsistenan diri sebelum melangkah ke kaderisasi manajerial yang lebih tinggilagi(organisasi-red). coba bayangin Calon presiden mengorganisir sebuah official website(eh salah…. blog ding!!)kampanye dua tahun sebelum mencalonkan diri . Visioner gak gue…..(lha…. jadi ge-er dia!!).
mendobrak kultur kaderisasi ece-ece ITB
Heran, katanya kampus teknik terbaik, tapi apa iya, kader-kader ITB adalah kader yang sukses terdidik jadi andalannya masyarakat?
saya masih melihat yang namanya tipikal KADERISASI himpunan sekarang adalah masih terkungkung dalam kultur, jalan ditempat atau sepertinya mundur.
sudah jadi rahasia umum soal “depan-belakang”, pantes aja kaderisasi mundur, yang ada dipikiran massa elit kemahasiswaan tidak beranjak dari hanya soal “pokoknya asal jangan si “ANU””. akhirnya pemilihan ketua jadi ajang plot-plotan. trus salah siapa kalo semakin banyak yang berpendapat satu itb hanya sekedar omong kosong belaka. kemahasiwaan tidak memberi manfaat berarti bagi mereka.
Sepertinya yang namanya kepentingan politis, memang sulit untuk dikikis. hal tersebut akan tetap selalu ada di kemahasiswaan kita. tapi persaingan yang terjadi saya pikir,sangat-sangat bisa di jalani dengan cara yang fair-fair saja.
mutu kader yang bersaing harus ditingkatkan. saat frame kompetisi seperti itu terbentuk, ada langkah selanjutnya yang harus di jalankan, meletakkan satu prinsip di otak masing-masing pihak:”siapapun yang maju, visi pergerakan kemahasiswaan harus memiliki arah yang jelas.”.
saya yakin di masing-masing kepala kader kemahasiswaan ITB (tentunya yang benar-benar ada frame kemahasiswaan didalam aktivitasnya) ada sebuah impian bagaimana semestinya “kendaraannya” bergerak kedepan.
itulah yang seharusnya dipikirkan dalam sudut pandang “mereka sebagai Kader” bukan “mereka sebagai Agen suatu Kepentingan”.